7 Korban Longsor di Banjarbaru Ditemukan, 5 Tewas dan 2 Selamat

Ilma De Sabrini ยท Selasa, 09 April 2019 - 13:27 WIB
7 Korban Longsor di Banjarbaru Ditemukan, 5 Tewas dan 2 Selamat

Ilustrasi evakuasi Tim SAR gabungan. (Foto: Dok/iNews.id)

BANJARBARU, iNews.id – Tim SAR gabungan berhasil menemukan tujuh korban longsor di pendulangan intan tradisional di Desa Sei Pumpung, Kecamatan Cempaka Kota, Kabupaten Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (8/4/2019). Pencarian dan evakuasi korban yang dilakukan hingga Selasa (9/4/2019) pukul 04.30 WITA pun dinyatakan selesai.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, BPBD, TNI, Polri, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat berhasil menemukan lima orang meninggal dunia dan dua orang dalam kondisi luka-luka.

“Jenazah telah diserahkan pada pihak keluarga,” kata Sutopo.

Longsor terjadi di pendulangan intan tradisional di Desa Sei Pumpung, pada Senin (8/4/2019), pukul 14.48 WITA. Longsor disebabkan kondisi tanah yang labil dengan material tanah bercampur pasir serta kerikil basah akibat hujan yang turun sejak pagi hari.


BACA JUGA: 4 Pendulang Intan di Banjarbaru Tewas Tertimbun di Dalam Lubang


Saat kejadian, ada tujuh pendulang yang sedang mencari intan. Mereka rutin melakukan aktivitas ini karena sudah menjadi mata pencahariannya. Dua orang ada di atas sedangkan lima orang berada di bawah.

Tiba-tiba terjadi longsor yang menimbun para pendulang. Dua orang berhasil diselamatkan atas nama Ardi dan Ipul karena berada di bagian atas. Sedangkan lima orang yang berada di bagian bawah meninggal karena tertimbun material longsor di kedalaman sekitar 15 meter.

“Semua korban merupakan warga Kecamatan Cempaka atau warga sekitar lokasi tambang,” katanya.

Sutopo mengatakan, evakuasi korban dapat dilakukan secara cepat, sejak kejadian hingga Selasa (9/4/2019) pukul 04.30 WITA. Pencarian dilakukan secara manual karena alat berat tidak dapat dibawa di lokasi melihat kondisi medan tidak memungkinan. Tim SAR gabungan didukung oleh lampu penerangan, mesin genset, pompa, dan dapur umum.

“Hujan dan angin kencang serta medan berlumpur menjadi kendala dalam proses evakuasi,” ujarnya.

Longsor di area pendulangan intan tradisional di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru bukan hal baru. Kejadian ini sudah sering terjadi dan menimbulkan korban jiwa. Tingginya risiko longsor di area pendulangan intan ini disebabkan cara menambang intan.

“Tentu ini perlu segera diatasi agar tidak terjadi longsor dan korban lagi,” katanya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru harus mengkaji dan melakukan langkah-langkah mitigasi, termasuk kebijakan pembangunan di daerah ini. Pemkot Banjarbaru merencanakan menjadikan kawasan Pumpung Cempaka sebagai lokasi wisata, namun kendalanya, lahan tersebut milik masyarakat dan belum bisa dibebaskan.


Editor : Maria Christina