Rumah Ludes Terbakar, Nenek dan 2 Cucunya Tewas Terpanggang

Muhammad Tamyiz · Rabu, 04 April 2018 - 19:08 WIB
Rumah Ludes Terbakar, Nenek dan 2 Cucunya Tewas Terpanggang

Anggota BPBD Barito Kuala, Kalimantan Selatan melihat kondisi rumah korban yang ludes terbakar. (Foto: iNews.id/M Tamyiz)

BARITO KUALA, iNews.id – Satu keluarga di Desa Sepakat Bersama, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan tewas mengenaskan dalam kebakaran yang menghanguskan rumah mereka, Rabu (4/4/2018).

Tiga korban itu terdiri atas Aisah (62) dan dua cucunya, yakni Norhayati (12) dan Lina Maulida (6). Belum diketahui pasti penyebab kebakaran yang menewaskan ketiga korban dan menghanguskan seisi rumah tersebut.

Namun dugaan kuat, kebakaran terjadi akibat obat nyamuk yang menyambar kain hingga membakar seisi rumah korban yang terbuat dari papan kayu dan beratapkan daun rumbia itu.

Salah seorang korban selamat, Saiful Anwar (20) menuturkan, peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (3/4/2018) malam sekitar pukul 23.00 WIT. Saat itu, dia dan neneknya serta dua keponakannya sedang terlelap.

“Seperti biasa, kalu mau tidur pasti mbakar obat nyamuk untuk ngusir nyamuk. Tapi, mungkin bara api obat nyamuk nyambar kain dan langsung membakar rumah dalam tempo cepat,” katanya.

Saiful mengaku tidak bisa berbuat apa-apa begitu melihat api sudah membesar dan menghanguskan hampir seisi bangunan rumah. Terlebih, rumah yang mereka tempati terbuat dari papan kayu dan beratapkan daun rumbia, sehingga dengan cepat api mudah membakar.

“Saya terkejut saat bangun tidur api sudah besar sekali. Saya langsung melarikan diri karena rumah sudah mau roboh,” ucapnya.





Meski demikian, Saiful menyesal tidak sempat menolong nenek dan dua sepupunya yang saat itu terlelap. “Saya nyesel sekali tidak sempat membangunkan dan menolong nenek serta dua ponakan saya,” ucapnya sambil terisak.

Menurut Saiful, susana pada malam itu dalam kondisi gelap gulita karena listrik di desanya padam sejak pagi hari. “Kebetulan listrik padam sejak pagi. Nah, pas malam hari itu nenek juga tidak nyalakan lampu templok. Jadi kemungkinan api itu berasal dari obat nyamuk yang mengenai kain karena di sini banyak kain,” tuturnya.

Anak korban, Hartati mengaku sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Dia tidak menyangka ibu dan dua keponakannya meninggal dengan kondisi mengenaskan. “Ya, sedih banget dengan kejadian ini,” katanya.

Ketiga korban yang meninggal dalam kebakaran itu sudah dimakamkan pihak keluarga di pemakaman umum desa setempat. Ketiga jenazah dikuburkan dalam satu liang lahat. Ratusan warga mengiringi prosesi pemakaman tersebut. Kasus kebakaran itu kini masih dalam penyelidikan kepolisian.


Editor : Kastolani Marzuki