Cabuli Sejumlah Anak di Bawah Umur, Pria di Kotabaru Ditembak Polisi

Antara ยท Jumat, 06 April 2018 - 10:57 WIB
Cabuli Sejumlah Anak di Bawah Umur, Pria di Kotabaru Ditembak Polisi

Ilustrasi pencabulan anak (Foto: Antara)

KOTABARU, iNews.id - Seorang pria yang diduga pelaku pencabulan anak di bawah umur di Kotabaru, Kalimantan Selatan, ditangkap polisi. Terduga pelaku ditangkap di kapal perintis KN Sabuk Nusantara 55, setelah buron selama dua hari. Polisi terpaksa melumpuhkan terduga pelaku dengan timah panas lantaran melawan saat hendak ditangkap.

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto melalui Kapolsek Pulau Laut Tengah Iptu Pato S Tompo mengatakan, terduga pelaku EA (29) berhasil diringkus tepat satu jam sebelum KN Sabuk Nusantara 55 berlayar dari Kotabaru ke Majene Sulawesi Barat.  "Terduga pelaku kami tangkap sekitar pukul 15.00 Wita di KN Sabuk Nusantara yang sandar di Pelabuhan Pelindo Kotabaru," katanya sebagaimana dilansir dari Antara, Jumat (6/4/2018).

Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan EA terkuak setelah salah satu orangtua korban melapor ke polisi pada Selasa 3 April 2018, lalu. Dengan didampingi polisi, orangtua korban lantas membawa anak laki-lakinya yang duduk di kelas tiga sekolah dasar itu untuk diperiksa oleh bidan desa."Hasil pemeriksaan ada luka robek kering di anus korban, pengakuannya pelecehan itu dialami sebulan yang lalu," ungkap Bidan R Umami, yang pertama kali menangani korban.

Terduga pelaku mengarah pada EA, warga pendatang yang baru bermukim di desa itu selama empat bulan. Pria yang sehari-hari bekerja serabutan itu dikenal baik dan menyukai anak-anak. Dia juga royal memberi uang sehingga anak-anak itu mau saja diminta menginap menemaninya tidur.

Yang mengejutkan korban tak hanya satu orang, melainkan diduga ada belasan anak laki-laki usia sekolah dasar. Bidan lantas merekomendasikan agar seluruh korban dibawa ke puskesmas untuk diperiksa.

Sejauh ini sudah ada lima orang anak yang teridentifikasi, sedangkan yang lainnya belum melapor. Dari lima orang anak itu, tiga orang sudah diperiksa di Puskesmas Mekarpura. "Seharusnya lima anak yang diperiksa, tapi dua anak sudah pindah. Hasilnya dari tiga anak, dua anak positif," kata Kepala Puskesmas Mekarpura Idawati.

Menyikapi kasus ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kotabaru bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kotabaru sudah turun melakukan advokasi kepada korban serta keluarganya.

 "Untuk korban ada program terapi karena kejadian ini berdampak trauma panjang, termasuk orangtuanya juga," ujar Ketua LPA Kotabaru, Alamaturadiah.

Dia menambahkan ini merupakan kasus pelecehan seksual terhadap anak paling buruk yang pernah terjadi di Kotabaru dilihat dari banyaknya jumlah korban. "Kita perlu koordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, karena ini berhubungan dengan faktor-faktor lain seperti keamanan masyarakat," kata Alamaturadiah.

Pihaknya juga menyayangkan masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang perlindungan anak. Beberapa orangtua yang mengetahui anaknya diperlakukan tak wajar tak ada yang bertindak. Akibatnya korban yang jatuh semakin banyak.

Sementara itu, kisah pilu diungkap RH, orangtua salah satu korban yang pertama kali melaporkan kasus ini ke polisi. Dia tak mengetahui putranya yang berusia sembilan tahun telah menjadi korban pelecehan seksual hingga bocah itu melakukan aksi serupa kepada adiknya. "Adiknya yang umur empat tahun cerita ke saya dilecehkan sama kakaknya," tuturnya seraya terisak.

Setelah diinterogasi, sang kakak akhirnya mengaku pernah dicabuli EA sebanyak dua kali. Sebelumnya anak itu tak pernah bercerita karena diancam akan diparang oleh terduga pelaku.


Editor : Himas Puspito Putra