Gadis Pekerja Salon Dibunuh Mantan Pacar karena Cemburu

Deny M Yunus ยท Rabu, 18 April 2018 - 21:15 WIB
Gadis Pekerja Salon Dibunuh Mantan Pacar karena Cemburu

Pelaku pembunuhan, Abdus Salam, di Mapolres Banjarbaru, Kalsel, Rabu (18/4/2018). (Foto iNews/Deny M Yunus)

BANJARBARU, iNews.id – Seorang gadis pekerja salon di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), dibunuh mantan pacarnya. Pelaku yang menyerang korban dengan pisau diduga terbakar cemburu karena mantan kekasihnya ini dekat dengan lelaki lain.

Pembunuhan terhadap korban bernama Mulin Nikmah, terjadi pada Selasa sore (17/4/2018), Jalan Panglima Batur, Banjarbaru. Lokasinya tidak jauh dari salon tempatnya bekerja. Perempuan berusia 21 tahun ini tewas dengan tubuh penuh luka tusukan senjata tajam.

Tidak lama setelah penyerangan terhadap korban, polisi langsung menangkap pelaku Abdus Salam di rumah keluarganya di Perumahan Bincau Indah, Martapura, Kabupaten Banjar.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Banjarbaru AKP Sudarsono mengatakan, sebelum membunuh korban, pelaku membujuk korban agar mau bertemu dengannya. Dalam komunikasinya lewat WhatsApp, pelaku mengiming-imingi korban uang agar mau bertemu dengannya.

“Ternyata setelah bertemu, pelaku tanpa banyak bicara langsung menusuk korban di areal toko dekat salon,” kata AKP Sudarsono Kasat Reskrim Polres Banjarbaru, Rabu (18/4/2018).

Sementara menurut keterangan pelaku Abdus Salam, dia pernah berpacaran dengan korban selama satu tahun. Karena hubungan mereka tidak direstui orang tua hingga akhirnya sejak tiga bulan lalu keduanya memutuskan hubungan. Meskipun telah putus, Abdus Salam masih menyimpan rasa pada korban dan sering berkomunikasi dengan korban.

Namun, dia merasa kecewa karena korban kerap membuatnya cemburu. Puncaknya terjadi sehari sebelum pembunuhan, Selasa lalu. Korban memasang fotonya dengan lelaki lain di Instagram dan status WhatsApp miliknya. Pelaku yang marah dan dibakar api cemburu berencana untuk menghabisi nyawa korban.

Dia pun membawa pisau dari rumahnya dan berencana menemui korban dengan alasan ingin memberi uang. Menurut pelaku, bila dia tidak bisa memiliki gadis pujaannya, maka lelaki lain pun tidak boleh. Karena itu, dia mengaku merasa puas telah menghabisi nyawa korban dan hanya sedikit merasakan penyesalan.

“Saya marah sama dia karena jalan sama cowok lain. Ada penyesalan sedikit. Karena saya pikir, kalau saya nggak bisa memiliki dia, orang lain pun nggak boleh memiliki dia,” kata Abdus Salam.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana juncto pasal 338 karena telah menyebabkan hilangnya nyawa korban. Pelaku terancam hukuman penjara 20 tahun penjara.


Editor : Maria Christina