Avanza Tabrak Ranger di Trans Kalimantan, Balita Tewas dan 4 Luka-Luka

Zulkifli Yunus ยท Minggu, 03 Maret 2019 - 19:15 WIB
Avanza Tabrak Ranger di Trans Kalimantan, Balita Tewas dan 4 Luka-Luka

Husna, balita berusia satu tahun tewas akibat kecelakaan maut di ruas Trans Kalimantan, Tanah Laut. Korban disemayamkan di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari. (Foto: iNews.id/Zulkifli Yunus)

TANAH LAUT, iNews.id- Kecelakaan maut terjadi di Jalan Trans Kalimantan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel). Mobil Toyota Avanza yang ditumpangi satu keluarga berjumlah 11 orang menabrak mobil jenis Ranger dari arah berlawanan, Minggu (3/3/2019).

Kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang tewas dan empat orang luka berat. Sedangkan enam lainnya mengalami luka ringan. Korban tewas diketahui bernama Husna (1). Saat ini, korban tewas maupun luka-luka sudah dievakuasi ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Hadji Boejasin Pelaihari.

Informasi di lokasi kejadian menyebutkan, kecelakaan maut itu bermula ketika mobil Avanza yang ditumpangi rombongan keluarga Wiyono asal Desa Sido Makmur, Pulau Pinang Utara, Kecamatan Binuang hendak menghadiri perkawainan keluarga di Desa Pandansari, Kecamatan Kintap.

Tiba di Jalan Trans Kalimantan tepatnya di Desa Jilatan, Kecamatan Jorong, mobil yang dikemudikan Katim mendadak kehilangan keseimbangan dan melaju zigzag setelah menyalip mobil di depannya. Dari arah berlawanan, muncul mobil jenis Ranger hingga tabrakan pun tak terelakkan.

“Saya nggak tahu persis kejadiannya. Saya duduk di bangku belakang dan hanya melihat mobil yang saya tumpangi tabrakan dengan mobil berwarna putih,” kata seorang korban selamat, Dayah.

BACA JUGA: Bupati Demak Kecelakaan di Tol Batang, Ajudan Meninggal Dunia

Hal sama diungkapkan Munawaroh. Dia mengaku tidak tahu persis kecelakaan tersebut karena saat kejadian sedang terlelap. “Saya nggak tahu. Saya pas tidur sambil mangku anak saya,” kata Munawaroh yang harus kehilangan Husna, putrinya dalam kecelakaan itu.

Munawaroh pun tak kuasa menahan tangis begitu mengetahui putri keduanya sudah terbujur kaku di ruang jenazah RSUD Hadji Boejasin Pelaihari. Dengan bajunya penuh darah, Munawaroh terus menangisi putrinya yang masih berusia 1 tahun 4 bulan.

Selain kehilangan anak keduanya, duka Munawaroh kian bertambah lantaran Wiyono, suami dan anak pertamanya, Kholis harus mendapat perawatan serius dan kemungkinan akan dikirim ke Banjarmasin untuk perawatan lebih intensif. Wiyono mengalami benturan hebat di wajahnya, sedangkan Kholis diduga gegar otak.

Kecelakaan yang merenggut korban jiwa itu sudah ditangani petugas Satlantas Polres Tala. Polisi juga sudah mengolah tempat kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi.


Editor : Kastolani Marzuki