Bawaslu Kotabaru Amankan 11 Karung Paket Sembako Milik Caleg DPRD

Antara ยท Senin, 15 April 2019 - 13:03 WIB
Bawaslu Kotabaru Amankan 11 Karung Paket Sembako Milik Caleg DPRD

Ilustrasi paket sembako. (Foto: Sindonews)

KOTABARU, iNews.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengamankan 11 karung berisi paket sembilan bahan pokok (sembako). Diduga sembako itu menjadi alat kampanye salah seorang calon anggota legislatif (caleg).

Ketua Bawaslu Kotabaru Mohamad Erfan mengatakan, temuan sembako berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan pelanggaran pemilu yang diduga dilakukan caleg DPRD Kabupaten Kotabaru daerah pemilihan (Dapil) 1. Caleg berinisial Ag itu terlihat membagi-bagikan sembako.

“Ada informasi masyarakat bahwa ada pembagian sembako berupa beras dan lain sebagainya,” ujar Erfan, Senin (15/4/2019).

BACA JUGA:

Masa Tenang, Peserta Pemilu Diminta Bersihkan Alat Peraga Kampanye

Wiranto Minta TNI dan Polri Netral Saat Mengamankan Pemilu 17 April

Erfan mengatakan, Bawaslu Kotabaru langsung menindaklanjuti informasi yang diterima melalui telepon pada Sabtu (13/4/2019) malam itu. Mereka turun ke lapangan bersama Tim Gakkumdu.

“Ternyata benar apa yang disampaikan oleh masyarakat, ada barang bukti yang telah kami bawa,” kata Erfan.

Di rumah caleg bersangkutan yang berlokasi di Jalan Wiramartas Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara, didapati lima karung berisi 143 bungkus beras seberat masing-masing 1 kilogram (kg). Enam karung lainnya berisi 73 paket sembako yang terdiri atas minyak goreng, gula dan susu kaleng.

Alat bukti lainnya satu lembar daftar nama penerima sembako dan bahan kampanye berupa kartu nama. Penyebaran bahan kampanye disertai pembagian sembako secara gratis diduga dilakukan di rumah caleg tersebut.

“Kami menemukan dugaan politik uang karena ada pembagian sembako sehingga hari ini kami bersama Tim Gakkumdu harus merapatkannya dulu. Kemudian nanti kami rapat pleno, apakah ada unsur tindak pidana,” kata Erfan.

Jika dari hasil kajian diputuskan ada pelanggaran pidana pemilu, maka dalam satu kali 24 jam, Bawaslu akan menindaklanjuti laporan ke Sentra Gakkumdu.

Sementara dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum pasal 280 ayat (1) huruf j menyatakan, pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye pemilu.


Editor : Maria Christina