Bekantan yang Masuk Perkampungan Warga di Banjarmasin Dievakuasi Tim Relawan dan BKSDA

Antara ยท Kamis, 31 Oktober 2019 - 15:18 WIB
Bekantan yang Masuk Perkampungan Warga di Banjarmasin Dievakuasi Tim Relawan dan BKSDA

Ilustrasi hewan Bekantan. (Foto: Istimewa)

BANJARMASIN, iNews.id - Seekor bekantan jantan (Nasalis larvatus) yang memasuki perkampungan warga di daerah Mantuil, Kelurahan Kelayan Barat, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan dievakuasi tim Sahabat Bekantan Indonesia (SBI). Usai diperiksa, hewan endemik Kalimantan ini mengalami trauma berat.

Pendiri dan Ketua SBI, Amalia Rezeki mengatakan, selain trauma, dari anus bekantan tersebut juga mengeluarkan darah. “Untuk memulihkan trauma dan stresnya, hewan ini harus segera dievakuasi,” katanya, Kamis (31/10/2019).

Sebelumnya, seekor bekantan yang diperkirakan berumur tiga tahun ditemukan warga dalam kondisi cukup memprihatinkan, Selasa (29/10/2019). BSI lantas berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan untuk menangani primata berhidung panjang tersebut.

Amalia mengatakan, SBI mendapat beberapa laporan dari warga mengenai temuan bekantan yang masuk permukiman dan perkebunan. Dia menduga, habitat hewan tersebut terganggu akibat kebakaran hutan dan alih fungsi lahan.

BACA JUGA: Seekor Hewan Langka Binturong Dilepas di Hutan Gunung Leuser Sumut

Akibatnya, hewan tersebut merasa harus bermigrasi mencari tempat baru. Dalam bermigrasi, tidak menutup kemungkinan, bekantan tersebut terpisah dari kelompoknya dan harus mencari makanan untuk bertahan hidup. Kasus bekantan yang masuk kawasan pemukiman di Mantuil ini bisa jadi salah satu contohnya.

“Sementara ini kami belum menemukan adanya habitat dan populasi kawanan bekantan di kawasan tersebut," kata Dosen Pendidikan Biologi Universitas Lambung Mangkurat ini.

Menurut Amalia, Bekantan merupakan monyet pemalu. Warga setempat menyebutnya dengan nama Monyet Belanda. Sayangnya hewan ini sudah terancam punah.

BACA JUGA: Hewan Langka Diselundupkan Lewat Kotak di Pelabuhan Bakauheni

Sementara itu, koordinator Tim Rescue SBI Zainal Abidin mengatakan, populasi bekantan juga terancam oleh perburuan liar untuk dijadikan binatang peliharaan. “Selain dilindungi, bekantan dan manusia memiliki kemiripan DNA yang menyebabkannya mudah untuk saling menyebarkan penyakit,” katanya.

Bekantan merupakan jenis hewan dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MenLHK/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MenLHK/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi

Berdasarkan lembaga konservasi Internasional (International Union for Conservation of Nature/IUCN), bekantan termasuk dalam daftar merah endangered species dan Appendix I CITES dimana populasi satwa berada diambang kepunahan dan tidak boleh diperdagangkan.


Editor : Umaya Khusniah