Geger, Mayat Pria Tanpa Kepala Ditemukan Warga di Kabupaten Banjar

Deny M Yunus ยท Rabu, 21 November 2018 - 18:08 WIB
Geger, Mayat Pria Tanpa Kepala Ditemukan Warga di Kabupaten Banjar

Petugas dibantu warga memeriksa lokasi penemuan mayat tanpa kepala di Desa Lok Baintan Dalam, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Selasa (20/11/2018) sore. (Foto: iNews/Deny

BANJARMASIN, iNews.id - Sesosok mayat tanpa kepala ditemukan di semak belukar di Desa Lok Baintan Dalam, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Selasa (20/11/2018) sore. Jasad laki-laki tanpa identitas yang masih mengenakan pakaian lengkap ini, diduga kuat merupakan korban pembunuhan.

Mayat korban pertama kali ditemukan warga dalam posisi tertelungkup di semak belukar di Desa Lok Baintan Dalam, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Saat ditemukan, jasad pria yang diduga korban pembunuhan ini, masih mengenakan pakaian lengkap. Mulai dari sepatu, celana panjang dan baju kaos serta jaket.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani mengatakan, jajarannya masih menyelidiki kasus mayat tanpa kepala ini. Di lokasi kejadian, polisi melibatkan dua anjing pelacak untuk mencari barang bukti. Termasuk kepala korban.

Penyisiran juga dilakukan di sungai dekat lokasi kejadian. “Hari ini kami melakukan pendalaman untuk mengetahui identitas korban dulu. Karena itu kami mengimbau kepada warga apabila memiliki anggota keluarga yang hilang dengan ciri-ciri yang sama, tolong diinformasikan kepada kami,” ucap Yazid saat ditemui di Mapolda Kalsel, Rabu (21/11/2018).

Menurut Yazid, pihaknya saat ini tengah mengupayakan pemeriksaan DNA terhadap korban untuk nantinya dicocokkan dengan keluarga yang melapor ke polisi. “Mohon doanya agar proses identifikasi ini berjalan lancar,” katanya.

Jasad korban kemudian dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. Dari hasil pemeriksaan sementara di rumah sakit, selain tanpa kepala, ditemukan bekas luka di tangan korban. Kuat dugaan, dari kondisi tubuhnya, korban tewas kurang dari 24 jam sebelum ditemukan.


Editor : Himas Puspito Putra