Kapal Tanker Pertamina Terbakar, Sungai Barito Jadi Lautan Api

Antara ยท Jumat, 25 Mei 2018 - 07:27 WIB
Kapal Tanker Pertamina Terbakar, Sungai Barito Jadi Lautan Api

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BANJARMASIN, iNews.id – Sungai Barito Muara Kuin di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi lautan api. Kapal tanker milik PT Pertamina bernama Srikandi yang sedang bersandar di dermaga tiba-tiba terbakar pada Jumat (25/5/2018) pukul 02.00 Wita.

Saksi mata di lokasi Kapten Kapal tugboat KM Rimau PDT 208, Sapri Eko mengatakan, pagi itu sungai penuh dengan api dan kepulan asap pekat.

"Saya tidak tahu pasti apa penyebabnya, tiba-tiba kapal tanker yang sandar sejak Kamis (24/5/2018) siang, terbakar dan tumpahan minyak memenuhi alur sungai," katanya.

Saat masih terkejut melihat kapal yang terbakar itu, tidak lama kemudian tercium bau menyengat dan dalam waktu sesaat, sungai sudah penuh dengan api yang menyala-nyala.

Tumpahan minyak yang dibawa arus sungai menyebabkan penyebaran api cukup cepat terjadi. Sungai tiba-tiba penuh dengan api dan langsung menyambar beberapa kapal yang lokasinya cukup jauh dari kapal tanker Pertamina yang diduga pengangkut solar tersebut.

BACA JUGA: 5 Fakta Kapal Tanker Pertamina Terbakar di Sungai Barito Banjarmasin

"Tidak lama kemudian api menyambar beberapa kapal, termasuk kapal saya, Rimau, yang tambat cukup jauh dari lokasi terjadinya kebakaran kapal Pertamina itu," ujarnya.

Seorang Satpam agen kapal curah Zainal Arifin yang berjaga pada saat peristiwa terjadi menuturkan, saat peristiwa kebakaran air sungai kebetulan sedang surut sehingga api dengan cepat memenuhi sungai dan menyambar beberapa kapal lainnya.

"Padahal Kapal yang tersambar ikut terbakar lokasinya cukup jauh dari kapal tanker," tuturnya.

Salah seorang anggota BPK yang sedang berjaga di lokasi Dilah mengatakan, tiba-tiba kapal terbakar, dan tidak lama kemudian sungai pun ikut terbakar. "Dalam waktu cepat, api pun menjalar membakar beberapa kapal lainnya, seperti Kapal Rimau, Sinar Alam, dan beberapa kapal lainnya.

Api mulai bisa dikuasai sekitar pukul 04:00 Wita dini hari, setelah puluhan BPK datang dan berupaya keras untuk memadamkan api. Hingga kini, belum diketahui apakah dalam peristiwa tersebut terdapat korban apa tidak.

Beberapa ABK yang berada di kapal berhasil diselamatkan ke lokasi terdekat, seperti pabrik semen curah. Kendati api telah padam, banyak warga masih berada di lokasi untuk menyaksikan peristiwa tersebut dan hingga kini tampak beberapa aparat di lokasi untuk menyelidikinya.


Editor : Donald Karouw