KSOP Kelas III Kotabaru-Batulicin Teken Konsesi dengan PT Pelabuhan Swangi Indah

Sindonews ยท Sabtu, 05 Oktober 2019 - 20:18 WIB
KSOP Kelas III Kotabaru-Batulicin Teken Konsesi dengan PT Pelabuhan Swangi Indah

Kepala KSOP Kelas III Kotabaru-Batulicin Captain M Hermawan dengan Dirut PT Pelabuhan Swangi Indah, Krismarsyaf Tamba di Hotel Des Indes Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2019). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.idKantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kotabaru-Batulicin, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, menandatangani perjanjian konsensi dengan PT Pelabuhan Swangi Indah. Kerja sama itu diharapkan bermanfaat bagi pertumbuhan perekonomian.

Penandatangan perjanjian konsesi dilakukan oleh Kepala KSOP Kelas III Kotabaru-Batulicin Captain M Hermawan dengan Direktur Utama PT Pelabuhan Swangi Indah, Krismarsyaf Tamba di Hotel Des Indes Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2019).

Capt M Hermawan dalam sambutannya berharap perjanjian konsesi itu dapat memberikan nilai positif pada peningkatan ekonomi sekitar KSOP Kelas III Kotabaru-Batulicin yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Peningkatan tersebut melalui penyerapan tenaga kerja dan pengembangan usaha mikro dan makro.

“Sehingga kondisi ini pada akhirnya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan eknomi secara nasional,” kata Capt M Hermawan dalam keterangan resmi, Sabtu (5/10/2019).

BACA JUGA:

Gandeng IPB, Kemenhub Siap Kembangkan 635 Pelabuhan Berbasis Digital

Jalin Sinergi BUMN, 167 Pelabuhan Pertamina Akan Dikelola Pelindo

Dirinya juga berharap kehadiran Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Swangi Indah akan menstimulus BUP swasta lainnya, khususnya dari Kalsel. Dengan begitu, mereka akan turut berinvestasi di bidang kepelabuhanan, khususnya di Pelabuhan Kotabaru-Batulicin.

“Apalagi, saat ini kita ketahui Provinsi Kalimantan Selatan akan menjadi salah satu wilayah penopang Ibu Kota Baru, yakni di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Swangi Indah, Krismarsyaf Tamba mengatakan, perjanjian konsensi merupakan bentuk kepastian bagi swasta yang bergelut di bidang kepelabuhan. Perjanjian itu juga merupakan bukti adanya persaingan bisnis yang sehat.

“Karena tidak ada monopoli dalam bisnis ini. Siapa pun swasta yang memiliki Badan Usaha Pelabuhan dapat mengembangkan bisnisnya dengan menggandeng pemerintah sebagai rekan bisnis,” kata Krismarsyaf.

Dia menambahkan, dengan terjalinnya kerja sama itu juga sekaligus membuka peluang bagi pengusaha. Hal ini terutama bagi para putera daerah yang dapat mengembangkan bisnisnya di bidang usaha pelabuhan.

“Tentunya juga ini berimbas pada meningkatnya perekonomian masyarakat daerah setempat,” ujarnya.

Krismarsyaf juga mengatakan, peran pelabuhan saat ini sangat penting dan strategis dalam pertumbuhan industri dan perdagangan. Pelabuhan merupakan suatu entitas usaha yang memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional. Untuk mengoptimalkan peran itu, PT Pelabuhan Swangi Indah didirikan dan diharapkan mampu bersaing dengan jasa kepelabuhan lain yang sudah ada.

“Keutamaan jasa kami adalah lebih efisien, dalam artian kecepatan dan ketepatan. Tentunya tarif yang kami terapkan lebih bersaing. Hal ini diharapkan dapat menarik minat pengguna jasa kepelabuhan,” ujarnya.


Editor : Maria Christina