Ledakan Dinamit di Banjar, Istri Ketua RT sedang Hamil 3 Bulan Kaget hingga Keguguran

Deny M Yunus ยท Kamis, 28 November 2019 - 17:28 WIB
Ledakan Dinamit di Banjar, Istri Ketua RT sedang Hamil 3 Bulan Kaget hingga Keguguran

Asap membumbung tinggi saat Tim Gegana Brimob Polda Kalsel ledakan dinamit di Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar. (Foto: iNews/Deny M Yunus)

BANJAR, iNews.id – Istri ketua RT yang sedang hamil tiga bulan keguguran akibat ledakan dinamit di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Korban yang saat kejadian sedang mandi, jatuh dalam posisi terduduk karena kaget begitu mendengar dentuman yang begitu keras.

Informasi yang dirangkum iNews, suara ledakan dinamit terdengar kencang jelang maghrib pada Rabu (27/11/2019). Kerasnya dentuman bahkan membuat kaca-kaca masjid maupun musala di Jalan Handil Pudak, Desa Guntung Papuyu, Kecamatan Gambut, pecah berserakan meski berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi peledakkan.

Kejadian ini juga membuat Arfah (40), istri ketua RT setempat mengalami syok. Korban yang sedang mengandung anak keempat mengalami rasa sakit luar biasa hingga janin yang baru berusia tiga bulan keluar dari rahimnya.

BACA JUGA: Pemuda di Situbondo Tewas akibat Terkena Ledakan Petasan Berukuran Besar

“Istri saya awalnya sehat. Pas ledakan itu dia sedang mandi dan kaget sampai jatuh terduduk. Malamnya istri saya keguguran,” ujar Mulkani, suami korban sekaligus ketua RT setempat, Kamis (28/11/2019).

Menurutnya pascakeguguran, sang istri ditolong bidan desa yang kemudian memasangkan infus. Keinginan Mulkani membawa istri ke rumah sakit terkendala kepesertaan BPJS yang tidak bisa digunakan karena setahun terakhir menunggak pembayaran.

Belakangan diketahui, suara ledakan berasal dari pemusnahan bahan peledak kedaluwarsa milik perusahaan yang dilakukan Direktorat Intelkam Polda Kalsel. Di mana pelaksanaan kegiatan oleh Tim Gegana Brimob Polda Kalsel.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol M Rifai mengatakan, akan bertanggung jawab dan membantu menanggung biaya pengobatan bagi para korban yang terdampak. Namun dia meminta agar hal ini dilaporkan agar nantinya dapat diteruskan.

“Dilaporkan ke kami, nanti kami lanjut ke Brimob. Brimob yang akan bertanggung jawab. Kami akan membantu penanganan dan merawat korban,” kata Rifai.

Diketahui, lokasi peledakan dinamit berjarak sekitar 5 Km dari rumah pasangan suami istri Mulkani dan Arfah. Areal peledakkan pada sebuah lahan kosong di Desa Tambak Padi, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Kalsel.


Editor : Donald Karouw