Membahayakan Warga, Jembatan Sungai Hanyar Dianggap Butuh Perbaikan

Antara ยท Rabu, 05 Desember 2018 - 13:38 WIB
Membahayakan Warga, Jembatan Sungai Hanyar Dianggap Butuh Perbaikan

Ilustrasi jembatan kayu. (Foto: Okezone).

KOTABARU, iNews.id - Jembatan Sungai Sebuli di Desa Sungai Hanyar, Kecamatan Kelumpang Utara, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) dinilai butuh perbaikan segera. Selain kondisi yang sudah memprihatikan, kerusakan tersebut kerap membahayakan warga yang melintas.

Seorang warga yang tinggal di lokasi dekat jembatan, Zulkifli mengatakan, jembatan yang terbuat dari kayu ini sudah lapuk. Selain itu, beberapa kali memakan korban.

"Seingat saya, sudah dua kali truk terperosok di jembatan itu," kata Zulkifli kepada wartawan yang tinggal di kawasan Kelumpang Utara, Kabupaten Kotabaru, Kalsel, Rabu (5/12/2018).

BACA JUGA: Jembatan Gantung di Kota Tual Maluku Ambruk, 4 Terluka

Menurut dia, jembatan tersebut berada di jalan poros yang menghubungkan Desa Sungai Hanyar dengan desa-desa lainnya. Akses tersebut sangat vital, sehingga perlu perbaikan secara serius.

Selama ini, jembatan sudah sering dilakukan, namun sekadar tambal sulam. Jembatan kayu ini hanya ditambal batang pohon kelapa dan kayu-kayu seadanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Kotabaru, Johan Arifin, mengatakan perbaikan Jembatan Sungai Sebuli sempat diwacanakan pada 2017.

"Dari hasil perencanaan diperlukan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk melakukan perbaikan jembatan," ungkapnya.

Besarnya anggaran itu karena jembatan harus direhabilitasi total dan konstruksinya diubah dari kayu menjadi beton. Sementara anggaran yang tersedia hanya Rp2 miliar.

BACA JUGA: Sungai Meluap, Pengendara di Jembatan Way Umpu Diminta Waspada

"Sehingga perbaikan jembatan akhirnya batal dilaksanakan," jelas Johan.

APBD 2018 hingga tahun depan pun perbaikan belum akan terealisasi lantaran anggaran yang diperlukan cukup besar, sedangkan pemerintah daerah masih fokus pada peningkatan infrastruktur jalan.

"Jadi, kami hanya melakukan pemeliharaan jembatan itu, sudah tiga kali kami lakukan pemeliharaan," kata Johan.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal