Pemilik Biro Haji Kabur, Calhaj Plus di Banjarmasin Terancam Gagal Berangkat

Deny M Yunus ยท Kamis, 01 Agustus 2019 - 18:52 WIB
Pemilik Biro Haji Kabur, Calhaj Plus di Banjarmasin Terancam Gagal Berangkat

Puluhan calon haji plus mendatangi kantor biro haji dan umrah PT Travellindo Tours and Travel di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Foto: iNews.id/Deny M Yunus)

BANJARMASIN, iNews.id – Puluhan calon haji plus di Banjarmasin, Kalimantan Selatan menjadi korban penipuan biro perjalanan haji dan umrah PT Travellindo Tours and Travel.

Mereka terancam gagal berangkat ke Tanah Suci lantaran biro perjalanan haji dan umrah itu belum melunasi semua kewajiban agar para calon haji mendapatkan visa.

Padahal, para calhaj itu sudah melunasi semua pembayaran yang nilainya bervariasi hingga Rp200 juta per orang. Kesal lantaran merasa ditipu, puluhan calhaj plus itu menggeruduk kantor PT Travellindo Tours and Travel yang berlokasi di Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin.

Calhaj plus korban penipuan, Sunaryatun Kamilmusna mengatakan, kedatangan puluhan calhaj plus itu untuk menanyakan kejelasan visa dan keberangkatan ke Tanah Suci. “Kami ke sini minta kejelasan visanya bagaimana. Berangkatnya kapan juga sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ucapnya, Kamis (1/8/2019).

BACA JUGA: Dilarang Masuk Pendopo, Pengantar Jamaah Calhaj Ribut dengan Satpol PP Kendal

Menurut Sunaryatun, para calhaj plus tersebut sudah mengikuti tiga kali pelatihan manasik, namun mereka tak kunjung mendapat kepastian berangkat haji. Padahal, puluhan calon haji ini telah membayar lunas seluruh biaya dengan nilai bervariatif pada April 2019 lalu.

Biaya haji yang mereka keluarkan pun tidak murah mulai dari Rp160 juta hingga Rp200 juta per orang. Mereka terancam gagal berangkat karena belum mendapatkan visa. Penyebabnya, pemilik travel yang kini kabur tidak melunasi pembayaran hotel dan transportasi sebagai syarat mendapatkan visa dari pemerintah Arab Saudi.

Kasus dugaan penipuan travel haji plus itu kini ditangani Ditreskrimsus Polda Kalsel. Namun, polisi masih mengupayakan keberangkatan para calon haji plus ini selain mengusut dugaan penipuan yang dilakukan pemilik travel tersebut.

“Kita lebih mengutamakan untuk memberangkatkan para calon haji plus ini. Kami sedang melakukan penyelidikan,” kata Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kalsel, AKBP Suyitno.

Dia mengatakan, upaya agar calon haji plus ini tetap bisa berangkat juga sudah dilakukan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Ampuri) yang membawahi biro perjalanan ibadah haji dan umrah termasuk Travellindo.

Namun agar bisa berangkat, setiap orang diminta membayar 60 juta rupiah untuk pengurusan visa. Opsi tersebut masih dipertimbangkan oleh para calon haji tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki