Pergoki Maling, Ibu Hamil 9 Bulan di Tanah Laut Selamat Setelah Digorok

Zulkifli Yunus ยท Selasa, 07 Mei 2019 - 17:48 WIB
Pergoki Maling, Ibu Hamil 9 Bulan di Tanah Laut Selamat Setelah Digorok

Aniya yang hamil sembilan bulan bersama suaminya Mukhlis menceritakan pengalamannya di Desa Sungai Rasau, Kecamatan Bumi Makmur, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel, Selasa (7/5/2019). (Foto: iNews/Zulkifli Yunus)

PELAIHARI, iNews.id – Seorang ibu hamil sembilan bulan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel), nyaris menjadi korban keganasan maling yang dipergoki di rumahnya. Korban selamat setelah pelaku sempat menggorok leher dan mencoba menusuk perutnya dengan pisau.

Akibat penganiayaan itu, korban bernama Aniya (27), dirawat di Puskesmas Kurau dan mendapat 13 jahitan di leher. Karena kondisinya sudah membaik, karyawan sebuah bank di Kecamatan Bati-Bati itu diizinkan pulang pada Senin sore (6/5/2019).

Aniya yang masih trauma menceritakan pengalaman mengerikan yang dia alami pada Minggu, 5 Mei 2019 malam. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00 Wita di rumah orang tuanya, kawasan Jalan Pembangunan, Desa Sungai Rasau, Kecamatan Bumi Makmur.

BACA JUGA:

Baru Menikah 5 Bulan, Suami Bunuh Istri dan Kedua Anak Tiri di Aceh Utara

Menolak Diceraikan, Suami Bunuh Istri dan Aniaya Anak serta Mertua di Purworejo

Saat itu, Aniya tinggal sendirian di rumah. Ayah, ibu dan suaminya menunaikan salat tarawih di masjid yang tepat berada di seberang rumah mereka.

Ketika berada di kamar, korban tiba-tiba mendengar ada suara dari bagian belakang rumah. Perempuan yang tengah hamil tua itu bergegas keluar untuk memeriksa. Dia pun terkejut ketika melihat sudah ada seorang laki-laki yang diduga kuat hendak mencuri di rumahnya.

Laki-laki tersebut tampak panik dan berusaha melukai Aniya dengan pisau dapur di rumah korban. Pelaku juga sempat menarik korban yang berusaha kabur. Tersangka lalu mencoba menusuk perut Aniya, tapi korban berhasil menghindar dengan membalikkan badannya.

Tersangka selanjutnya menggorok leher korban dengan pisau dapur dan kemudian kabur. Korban ahirnya diselamatkan tetangganya. “Saya sempat melihat wajah orangnya dan saya kenal,” kata Aniya, Selasa (7/5/2019).

Sementara suami korban, Mukhlis, mengaku baru mengetahui kejadian itu saat masih salat tarawih. Tiba-tiba sesorang menepuk pundaknya dan menyuruh pulang ke rumah. Dia kaget karena melihat banyak orang di depan rumah mertuanya.

“Saya bawa kayu saat masuk ke rumah, tapi istri saya tidak ada. Ternyata tetangga sudah melarikan isteri saya ke puskesmas di Desa Kurau,” kata Mukhlis.

Sementara tetangga korban, Hafiz, yang tinggal di samping rumah keluarga korban mengaku mendengar ada suara ribut langsung mendatangi rumah korban. Dia menemukan korban yang terluka dan segera membawa ke puskesmas di Desa Kurau.

“Saya lihat sudah berdarah semua di lehernya. Setelah itu, saya bawa dia ke puskesmas,” kata Hafiz.

Aniya dan suaminya sebenarnya memiliki rumah di Gambut, Kabupaten Banjar. Namun, karena Aniya tengah hamil besar, dia memilih tinggal sementara di rumah orang tuanya di Desa Sungai Rasau. Aniya mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut, apalagi tersangka belum tertangkap.


Editor : Maria Christina