Polisi Selidiki Terbakarnya Kapal Tanker Pertamina di Banjarmasin

Zainal Hakim ยท Jumat, 25 Mei 2018 - 11:34 WIB
Polisi Selidiki Terbakarnya Kapal Tanker Pertamina di Banjarmasin

Bangkai Kapal Tanker MT Srikandi 511 dalam proses pendinginan usai terbakar hebat. (Foto: iNews/ Zainal Hakim)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BANJARMASIN, iNews.id - Peristiwa terbakarnya Kapal Tanker MT Srikandi bernomor lambung 511 bermuatan 4.000 kilo liter bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Dermaga Depo Pertamina, Sungai Barito Muara Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), dalam penyelidikan petugas. Polisi bertindak cepat untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran yang terjadi pada Jumat (25/5/2018) pukul 01.30 wita.

Jajaran Polairud Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin datang ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Namun karena kapal yang terbakar masih dalam proses pendinginan oleh petugas pemadam kebakaran (damkar), aparat melanjutkan dengan menyisir dua kapal lain ikut tersambar. Yakni Kapal TB Mandiri Berau dan TB Rimau PDT 208, serta SPBU Apung. Polisi tampak meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto mengatakan, masih meninjau lokasi TKP dan melihat kondisi kapal yang terbakar. Selanjutnya bersama tim akan segera menyelidiki penyebab kebakaran. Kapal tanker "Self Propelled Oil Barge" (SPOB) Srikandi yang terbakar, sedang dalam proses pendinginan.


BACA JUGA:

Kapal Tanker Pertamina Terbakar, Sungai Barito Jadi Lautan Api

5 Fakta Kapal Tanker Pertamina Terbakar di Sungai Barito Banjarmasin


Menurut dia, pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih banyak terkait tanker bermuatan solar dari Kotabaru, yang terbakar tersebut. "Saat ini, yang penting seluruh awak kapal dalam kondisi selamat, tidak ada korban jiwa," kata Sumarto.

Nahkoda Kapal Tanker MT Srikandi 511 Letius mengatakan, saat kapal terbakar dia bersama kru lain sedang beristirahat, hanya ada beberapa ABK yang sedang bertugas mengawasi proses pemindahan BBM.

"Saya belum tahu sumber apinya. Kami langsung berkumpul dan terjun ke sungai untuk menyelamatkan diri," ujar Letius.

Region Manager Communication dan CSR Pertamina Kalimantan Yudy Nugraha mengatakan, kebakaran SPOB Srikandi terjadi pukul 02.00 wita dinihari dan telah padam pukul 04.00 wita di Jetty III Terminal BBM Banjarmasin. Tidak ada korban jiwa, semua ABK ditemukan dalam keadaan selamat.

"Kondisi Terminal BBM aman dan dilakukan proses pendinginan untuk mencegah api menjalar dari kapal ke Terminal BBM. Untuk keselamatan, Jetty III saat ini tidak dioperasikan, namun jetty I beroperasi secara normal," katanya.


Editor : Donald Karouw