Polisi Ungkap 'Pelangsiran' BBM Kelas Kakap di Kalsel

Antara ยท Senin, 17 Desember 2018 - 23:50 WIB
Polisi Ungkap 'Pelangsiran' BBM Kelas Kakap di Kalsel

Ilustrasi penimbunan BBM. (Foto: iNews)

BANJARMASIN, iNews.id - Tim gabungan Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) membongkar praktik "pelangsiran" (menimbun untuk dijual kembali) bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam skala besar alias kelas kakap.

"Ada lima SPBU dan dua gudang penimbunan BBM," kata Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani, di Mapolda Kalsel, Kota Banjarmasin, Senin (17/12/2018).

Praktik penimbunan ini terbongkar setelah polisi menangkap tersangka yang sedang melakukan pengisian dan pengangkutan BBM jenis solar. Oknum tersebut menggunakan truk bak kayu yang di dalamnya terdapat tangki berkapasitas 5.000 liter.

BACA JUGA: BBM Ilegal Ditemukan Lagi di Jalur Tikus Perbatasan NTT-Timor Leste

Lima SPBU yang diduga terlibat indakan ilegal ini berada di Sei Tabuk Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Kemudian di Jalan Ahmad Yani Km 17, SPBU Km 6, kawasan Veteran, dan wilayah Jalan Lingkar Dalam Banjarmasin.

"Sedangkan gudang penimbunannya berada di Kelurahan Berangas Timur, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala dan di Jalan Pamajatan, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar," ujar dia.

Yazid menegaskan, para pelangsir kali ini memang diduga sebagai "pemain besar". Bukan praktik pelangsiran yang biasa dilakukan pedagang BBM eceran yang untuk dijual kembali di tepi jalan atau warung-warung.

Hal ini dilihat dari barang bukti yang ditemukan kepolisian. Di mana terdapat sejumlah truk bak kayu dan truk box yang telah dimodifikasi membawa tangki layaknya truk tangki Pertamina atau perusahaan yang mengangkut BBM.

BACA JUGA: BBM Premium dan Solar di Baturaja Alami Kelangkaan

"Hasil pemeriksaan sementara, BBM dijual kembali ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan anggota masih terus melakukan pengembangan kasus," kata Kapolda.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel, Kombes Pol Rizal Irawan, menambahkan pihaknya masih terus melakukan pengembangan apakah ada keterlibatan dari pihak manajemen SPBU dalam praktik curang pelangsiran tersebut.

"Atau sebatas dari permainan oknum operator saja bersama pelangsir saja, ini masih dalam proses pengembangan. Jika SPBU terlibat, pasti akan ada dilaporkan ke Pertamina dan ada sanksinya," kata Rizal.

Namun yang pasti, ungkap Rizal, antara pelangsir dan operator di SPBU pasti sudah bekerja sama. Waktu pengisian BBM dilakukan pada tengah malam di atas pukul 24.00 WITA.

"Untuk satu unit truk berisi tangki modifikasi bisa mengisi 4.000 sampai 5.000 liter solar dalam waktu dua jam," ujar dia.

BACA JUGA: Pertamina Bangun 27 SPBU BBM 1 Harga di Kalimantan

Hingga kini penyidik juga masih melakukan pemeriksaan terhadap 18 saksi untuk mendalami penyaluran 61 kilo liter solar hasil langsiran yang disita polisi.

Selain itu dikembangkan juga temuan barang bukti uang tunai sekitar Rp130 juta dan sejumlah dokumen pengiriman, serta mesin penghitung uang dan buku rekap BBM.

Adapun yang telah ditetapkan sebagai tersangka berjumlah 23 orang baik dari pelangsir, penjaga gudang penimbunan hingga petugas SPBU.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal