Puluhan Siswa SD di Barito Kuala Kabur karena Takut Disuntik Vaksin MR

Muhammad Tamyiz ยท Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:23 WIB
Puluhan Siswa SD di Barito Kuala Kabur karena Takut Disuntik Vaksin MR

Sejumlah siswa tertawa saat menceritakan teman-teman mereka yang kabur saat akan vaksinasi MR di Barito Kuala, Kalsel, Rabu (17/10/2018). (Foto: iNews/Muhammad Tamyiz)

BARITO KUALA, iNews.id – Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sungai Pitung, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel), kabur dari sekolah saat akan vaksinasi Measles-Rubella (MR), Rabu (17/10/2018). Mereka ketakutan setelah mengetahui kedatangan petugas dari pihak puskesmas setempat.

Kepala Sekolah SDN Sungai Pitung Abdul Muin memaparkan, para siswa yang kabur diperkirakan berjumlah 25 orang. Mereka umumnya siswa kelas V dan VI. Mereka lari saat jam pelajaran olahraga, tepat sebelum vaksinasi MR akan dimulai.

“Mereka kabur waktu mata pelajaran olah raga, yang kabur kelas 5 A, 5 B dan sebagian kelas 6. Jadi mungkin mereka mengira enggak akan ketahuan kalau kabur,” kata Abdul Muin, Rabu (17/10/2018).

Meskipun sebagian kabur dan banyak siswa ketakutan, vaksinasi tetap dilakukan. Ketakutan para siswa divaksin diduga karena isu berkembang mengenai label halal-haram vaksinasi MR di media sosial. Selain itu, media massa juga sering memberitakan vaksinasi MR yang mendapat penolakan di berbagai kota di seluruh Tanah Air.

BACA JUGA:

Takut Disuntik Vaksin MR, Siswa di Padanglawas Menangis dan Sembunyi

Korupsi Vaksin, dr Iskandar Buronan ke-22 yang Ditangkap Kejati Sumut

Kepala Puskesmas Beranggas Mimbar Wati membenarkan ada kendala saat vaksinasi MR ke setiap sekolah, terutama di awal-awal vaksinasi dimulai. Banyak orang tua dan siswa yang ketakutan pada dampak vaksinasi. Selain itu, maraknya isu label haram vaksinasi MR di media sosial membuat orang tua menolak anaknya divaksin. Padahal, vaksinasi MR saat ini telah mendapat fatwa MUI dengan kriteria mubah atau diperbolehkan.

“Alhamdulillah sedikit demi sedikit masyarakat sudah mulai menerima vaksinasi ini. Awal-awal vaksinasi memang banyak yang tidak mau anaknya divaksin karena banyak isu, yang katanya enggak halal lah, yang bisa bikin lumpuh dan kejang lah,” kata Mimbar Wati.

Vaksinasi MR di Kabupaten Barito Kuala akan berakhir pada 31 Oktober. Petugas vaksinasi juga memberikan obat parasetamol gratis kepada sejumlah siswa untuk mengantisipasi demam usai diimunisasi.

Seperti diketahui, vaksinasi MR di seluruh Indonesia diberikan kepada semua anak berumur dari 9 sampai 15 tahun. Vaksin ini berfungsi melindungi tubuh dari dua penyakit campak sekaligus.


Editor : Maria Christina