Puluhan Ton Bawal Siap Panen di Banjarmasin Mati Akibat Kurang Oksigen

Antara ยท Selasa, 08 Oktober 2019 - 21:58 WIB
Puluhan Ton Bawal Siap Panen di Banjarmasin Mati Akibat Kurang Oksigen

Ilustrasi ikan bawal. (Foto: Istimewa)

BANJARMASIN, iNews.id - Puluhan ton ikan bawal tambak di daerah Banua Anyar, Sungai Martapura, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mati. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) sebut ikan kehabisan oksigen.

Kasi Produksi Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Sulaiman menyatakan pihaknya sudah mengecek dan memeriksa air Sungai Martapura.

"PH-nya (Hidrogen) normal, tapi DO sangat kurang, hanya dua sehingga ikan kehabisan oksigen, normalnya 10,” katanya.

Sulaiman menambahkan, kondisi ini diperparah dengan tingkat kepadatan ikan dalam keramba. Petani mengisi keramba yang rata-rata berukuran 2x3 meter dengan 4.000 ekor ikan.

"Kalau kondisi air normal seperti biasa tidak masalah sebenarnya. Tapi kalau situasi seperti ini hendaknya bisa dikurangi. Paling tidak dua ribu saja," katanya.

Sulaiman memaklumi jika dilihat dari teori tentu tidak menguntungkan bagi petani tambak. Namun dia menghimbau agar saat kemarau seperti saat ini, petani tidak memaksakan keadaan.

Selainnya itu, pemberian pakan dari limbah ternak seperti usus ayam juga tidak baik juga dilakukan kondisi saat ini. Pencernaan ikan kurang baik saat kemarau ditambah oksigen tidak optimal dalam air.

Sulaiman tidak menampik adanya sebab lain seperti limbah batu bara yang mencemari, namun hal itu kecil kemungkinan terjadi.

DKP3 Banjarmasin kata Sulaiman akan terus memantau dan mencoba mengingatkan kembali agar para petani bisa menghitung kondisi air saat penebaran bibit ikan.

"Kelompok sebenarnya tahu saja hal seperti selalu mungkin terjadi. Kami mengingatkan kembali waktu penebaran bibit diatur, supaya jangan menemui situasi ini," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Gapoktan Tambak Ikan Banua Anyar Sungai Martapura, Habhan mengatakan, dari 600 tambak milik 70 petani yang ada di sana, ikan bawal siap panen di 400 tambak berisi tiba-tiba mati.

"Jadi ikan tambak kelompok kita yang mati ini sekitar 80 ton, kerugian kita mencapai Rp1,2 miliar," katanya.

Habhan mendug, kejadian itu akibat kondisi air yang buruk. Selebihnya mereka tak pernah mendapat informasi yang jelas dari instansi terkait.


Editor : Umaya Khusniah