Tertangkap, Pembunuh IRT Cantik dalam Mobil di Banjar Ditembak Polisi

Antara, Denny M Yunus ยท Sabtu, 24 November 2018 - 15:10 WIB
Tertangkap, Pembunuh IRT Cantik dalam Mobil di Banjar Ditembak Polisi

Polres Banjar saat gelar perkara kasus pembunuhan perempuan yang mayatnya ditemukan dalam mobil di Jalan Ahmad Yani, Gambut. (Foto: iNews/Denny M Yunus)

BANJARMASIN, iNews.id – Polisi bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan seorang ibu rumah tangga (IRT) cantik yang mayatnya ditemukan dalam mobil dengan kondisi mengenaskan di Jalan Ahmad Yani Km 11.800, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (23/11/2018).

Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete mengatakan, penangkapan pelaku pembunuhan dilakukan personel gabungan Polda Kalsel, Polres Banjar dan Polsek Gambut. Dalam operasi itu, polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melepaskan tembakan yang mengenai kaki kiri pelaku karena mencoba melarikan diri.

Identitas pelaku diketahui bernama Herman alias Ebon (25), yang baru dua hari keluar dari penjara. Dia ditangkap dalam rumahnya di Jalan Martapura Lama, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Sabtu (24/11/2018) dini hari.

"Pelaku sudah ditangkap dini hari tadi sekitar pukul 00.00 wita oleh personel gabungan Resmob dan unit Ranmor Polda Kalsel, Tim Tekap Polres Banjar dan personel Reskrim Polsek Gambut," ujar Takdir di Martapura, Sabtu (24/11/2018).


Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Sofyan dan Kanit Tekap Ipda Nur Arifin mengatakan, penangkapan tersebut dipimpin langsung Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Kalsel Kombes Pol Sofyan Hidayat. Pengungkapan kasus ini berdasarkan serangkaian penyelidikan di TKP dan hasil keterangan sejumlah saksi.

"Selain menangkap pelaku, petugas barang bukti gunting yang digunakan untuk melukai korban di bagian leher hingga tewas,” katanya.

BACA JUGA: IRT Cantik Ditemukan Tewas di Dalam Mobil di Kabupaten Banjar

Hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan berawal dari ketersinggungan pelaku atas ucapan korban saat mereka bertemu di TKP, Kamis (21/11/2018). Ketika berbincang dalam mobil Suzuki Swift warna biru DA 1879 TN, korban mengeluarkan kata-kata yang menyinggung sehingga pelaku marah dan menusuknya pakai gunting dan menjerat lehernya hingga tewas. Jasad korban kemudian ditinggalkan begitu saja oleh pelaku dalam mobil di pinggir jalan tersebut.

Pengembangan juga menemukan fakta, korban dan pelaku baru saling mengenal usai diperkenalkan dengan ayah angkat pelaku. Pelaku mengaku bisa memperlancar usaha jual beli emas dan berlian serta membantu persoalan keharmonisan rumah tangga. Korban pun sempat meminta pertolongan kepada pelaku untuk mendapat bantuan secara spiritual.

Namun bantuan yang diharapkan korban dari pelaku tak kunjung berhasil. Selanjutnya dia mengajak pertemuan pada Kamis (22/11/2018) di TKP yang berujung terjadinya peristiwa pembunuhan tersebut.

"Pelaku sempat membakar dupa dalam mobil hingga terjadi percekcokan yang berujung penganiayaan dengan benda tajam," ucapnya.

Diketahui, identitas korban bernama Levie Prisilia, seorang IRT berusia 35 tahun yang tinggal di Jalan Ahmad Yani Km 11.800 Aston Banua, Perumahan Royal Woodpark, Kecamatan Gambut, Banjar. Dia tewas dibunuh pelaku dalam mobilnya dengan luka robek di bagian leher.

Atas perbuatannya, tersangka yang merupakan residivis kasus kepemilikan senjata api dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 365 KUHP. Dia diancam dengan hukuman 15 tahun penjara.


Editor : Donald Karouw