Wisuda Maut Ponpes Al Kholil Berau

Atraksi Dilindas Mobil Tewaskan Santri, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Fuji Mustopan ยท Senin, 07 Mei 2018 - 16:17 WIB
Atraksi Dilindas Mobil Tewaskan Santri, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Kapolres Berau, AKBP Pramuja Sigit Wahono saat memberikan keterangan pers. (Foto: iNews/Fuji Mustopan)

SAMARINDA, iNews.id – Polres Berau bergerak cepat dengan menetapkan dua tersangka atas atraksi pertunjukan melindas tubuh dengan mobil yang menyebabkan seorang anggota pencak silat meregang nyawa, Jumat (4/5/2018). Penyidik masih mendalami kasus tersebut.

Kapolres Berau, AKBP Pramuja Sigit Wahono mengatakan, kedua tersangka, yakni sopir mobil Mitsubishi L300 dan Sekretaris Perguruan Pagar Nusa yang bertindak sebagai penanggung jawab atraksi maut. Tidak menutup kemungkinan ada penambahan tersangka lain atas kasus tersebut.

Tersangka diancam dengan Pasal 80 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang Menyebabkan Kematian.

“Proses rekonstruksinya segera kami lakukan untuk kepentingan berkas penyidikan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan kejaksaan agar kasusnya cepat selesai dan segera dilimpahkan,” kata Sigit, Senin (7/5/2018).

BACA JUGA: Acara Perpisahan Berujung Maut, Atraksi Dilindas Mobil Tewaskan Santri

Kasus tewasnya seorang anggota pencak silat dari Perguruan Pagar Nusa menggemparkan publik saat gelaran acara wisuda di MTs Al Kholil, Berau, Kalimatan Timur (Kaltim), Jumat (4/5/2018).

Insiden berujung petaka itu terjadi saat enam murid pencak silat beratraksi uji ketangkasan. Mereka berbaring dengan posisi telentang dan dilindas ban mobil. Namun usai atraksi, seorang anggota perguruan bernama Rangga tak sadarkan diri.

Panitia wisuda dan perpisahan siswa kelas IX angkatan IV Ponpes Al-Kholil segera menggotong dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Rivai, Berau. Namun, korban yang merupakan atlet bela diri asal Kota Samarinda itu meninggal dunia dalam perjalanan.

Ketua pelaksana acara Rohim yang dikonfirmasi tim iNews di lapangan mengaku tidak mengetahui kejadian secara langsung. Atraksi yang tergolong berbahaya tersebut bersamaan dengan kedatangan tamu kehormatan.


Editor : Donald Karouw