Dampak Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan hingga ke Perairan Penajam

Antara ยท Senin, 02 April 2018 - 15:32 WIB
Dampak Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan hingga ke Perairan Penajam

Kondisi saat terjadinya kebakaran di perairan Teluk Balikpapan, Sabtu 31 Maret 2018. (Foto: iNews/Mukmi Aziz)

PENAJAM, iNews.id – Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terkena dampak atas peristiwa tumpahnya bahan bakar minyak (BBM) di perairan Teluk Balikpapan, yang terjadi pada Sabtu 31 Maret 2018. Pesisir pantai di wilayah Kelurahan Penajam hingga Buluminung, Kecamatan Penajam, tercemar material minyak dengan luasan hingga 13,9 kilometer dan ketebalan mencapai satu centimeter.

Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara, Andi Dahrul mengatakan, wilayahnya ikut terkenda dampak dari tumpahan BBM tersebut. Tumpahan BBM itu menumpuk di pelabuhan perahu cepat dan klotok (kapal kayu), serta pelabuhan feri di wilayah setempat.

“Kami telah mengeluarkan imbauan kepada warga untuk tidak membuang puntung rokok ke laut, sebab bisa memicu munculnya api dari tumpahan BBM yang sangat mudah terbakar,” katanya, Senin (2/4/2018).


BACA JUGA:

2 Mayat Korban Kebakaran Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan Ditemukan

Pertamina: Penyebab Kebakaran Teluk Balikpapan dari Bahan Bakar Kapal


Dia melanjutkan, saat ini banyak warga pesisir pantai di wilayah Kecamatan Penajam yang mengalami gangguan pernafasan, muntah-muntah dan pusing karena bau minyak yang menyengat. Untuk mengantisipasi dampak tumpahan BBM tersebut, tim gabungan tanggap darurat BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan penyemprotan pembersihan pesisir pantai dari material minyak.

"Sejak Minggu (1/4) sore, tim tanggap darurat BPBD dibantu personel Kodim 0913, Polres dan Satpol PP melakukan penyemprotan untuk membersihkan material minyak yang mencemari pesisir pantai," ujarnya.

Kepala Sub Bidang Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila menambahkan, penyemprotan pembersihan tumpahan BMM itu juga melibatkan sejumlah karyawan dari PT Pertamina (Persero) RU V Balikpapan.

BACA JUGA: 2 Korban Kebakaran Tumpahan Minyak Dipastikan Warga Balikpapan

"Penyemprotan material minyak yang mencemari pesisir pantai menggunakan peralatan semprot dengan bahan kimia dan baju khusus dari Pertamina," ucapnya.

Dia menerangkan, BPBD bersama Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara telah mendata warga yang terdampak pencemaran. Tim gabungan ini juga membagikan masker serta makanan siap saji kepada warga yang tinggal di pesisir pantai.

Atas peristiwa itu, saat ini para warga pesisir pantai di wilayah Kecamatan Penajam tidak berani untuk memasak karena takut terjadi kebakaran. Mereka menjalankan instruksi sesuai pemerintah setempat.

Diketahui, kebakaran besar akibat tumpahan minyak kapal di perairan laut Teluk Balikpapan pada Sabtu 31 Maret 2018. Dalam peristiwa itu, mengakibatkan empat orang pemancing yang kebetulan berada di sekitar lokasi meninggal dunia. Dua orang korban ditemukan beberapa saat setelah kejadian dan dua korban lainnya ditemukan tim SAR gabungan pada Senin pagi tadi.


Editor : Donald Karouw