Polisi Masih Investigasi Kasus Tumpahan Minyak di Perairan Balikpapan

Antara ยท Senin, 02 April 2018 - 16:25 WIB
Polisi Masih Investigasi Kasus Tumpahan Minyak di Perairan Balikpapan

Suasana saat proses pemadaman kebakaran di Teluk Balikpapan. (Foto: iNews/Mukmin Azis)

JAKARTA, iNews.id – Hingga dua hari pascaperistiwa tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, aparat kepolisian masih belum menemukan asal muasal bahan bakar minyak (BBM) tersebut. Polisi masih melakukan investigasi untuk mengungkap kasus yang telah mencemari perairan di Kaltim dan menelan empat korban jiwa.

"Kami masih selidiki. Kami belum bisa menemukan asal muasal tumpahan minyak ini," kata Wakapolri, Komjen Polisi Syafruddin, Senin (2/4/2018).

BACA JUGA: Dampak Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan hingga ke Perairan Penajam

Sementara terkait kemungkinan adanya faktor kesengajaan dalam terjadinya musibah tersebut, Polri akan memproses hukum jika hal itu terbukti. "Ya kalau dibuang (tumpahan minyak) itu kejahatan, nanti diinvestigasi. Kami akan cek Polda Kaltim," ujarnya.

Komjen Syafruddin menambahkan, tumpahan minyak itu berbahaya karena dapat merusak kehidupan biota laut. Dia memastikan, pelaku akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. "Ya harus ditindak pelakunya, sebagai efek deteren bagi yang lain," ucapnya.


BACA JUGA:

2 Mayat Korban Kebakaran Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan Ditemukan

Tumpahan Minyak Picu Kebakaran di Teluk Balikpapan, 2 Nelayan Tewas


Diketahui, kebakaran besar akibat tumpahan minyak kapal di perairan laut Teluk Balikpapan pada Sabtu 31 Maret 2018. Dalam peristiwa itu, mengakibatkan empat orang pemancing yang kebetulan berada di sekitar lokasi meninggal dunia, sedangkan satu orang hilang. Dua orang korban ditemukan beberapa saat setelah kejadian dan dua korban lainnya ditemukan tim SAR gabungan pada Senin pagi tadi. Sementara satu orang korban luka dirawat di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan akibat mengalami luka bakar.

Selain menimbulkan korban jiwa, bencana itu juga mencemari wilayah perairan Kabupaten Penajam Paser Utara yang lokasinya lebih dari 60 Km dari lokasi kejadian. Ketebalan minyak mencapai satu centimeter dan menimbulkan aroma menyengat. Warga diimbau untuk tidak membuang puntung rokok ke laut. Bahkan warga pesisir pantai takut untuk memasak.


Editor : Donald Karouw