Seorang Santri di Samarinda Tewas Diduga Dikeroyok Teman Sekelas

Fuji Mustopan ยท Senin, 02 April 2018 - 20:35 WIB
Seorang Santri di Samarinda Tewas Diduga Dikeroyok Teman Sekelas

Santi menunjukkan foto anaknya, Muhammad Rifki Pratama (13) yang tewas diduga akibat dikeroyok teman seklasnya. (Foto: iNews.id/Fuji Mustopan)

SAMARINDA, iNews.id – Duka menyelimuti keluarga Muhammad Rifki Pratama (13) salah seorang siswa SMP kelas 2 di salah satu pondok pesantren di Samarinda, Kalimantan Timur.

Rifki tewas diduga setelah dikeroyok rekan-rekan satu kelasnya di lingkungan pesantren, Senin (2/4/2018). Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Rifki sempat diopname selama lima hari di RSUD AW Sjahranie, Samarinda pada Rabu, 23 Maret 2018.

Keluarga yang tidak terima dengan kejadian tersebut kemudian melaporkan ke Polresta Samarinda meminta kasus dugaan kekerasan itu diusut tuntas.

Ibunda korban, Santi mengaku baru mengetahui anaknya masuk ke rumah sakit dari seorang ustaz di pesantren tempat anaknya mencari ilmu.

“Saat masuk ke rumah sakit kondisi kesehatan anak saya sudah tidak sadarkan diri. Tiga hari tidak sadar. Semua badannya penuh luka dan kedua matanya lebam-lebam,” tuturnya.

Menurut Santi, dua hari sebelum meninggal kondisi kesehatan anak ketiganya itu sempat pulih. Rifki pun menceritakan aksi pengeroyokan yang dilakukan rekan-rekan sekelasnya. “Anak saya sempat cerita, dia dipukuli teman-teman sekelasnya pakai tangan. Tapi, saya tidak tahu masalahnya apa,” ujarnya.

Atas kejadian itu, Santi mengaku sudah melaporkan ke polisi. Dia berharap polisi bisa mengusut kasus kekerasan dan penganiayaan terhadap anaknya dan menangkap para pelaku pengeroyokan.

Wakil Kasatreskrim Polresta Samarinda, AKP Ida Bagus Kade mengatakan laporan keluarga korban sudah diterima pada Jumat, 30 Maret 2018. Dari laporan itu, pihaknya sudah memeriksa tiga orang saksi, yakni pelapor dan dua saksi di lokasi kejadian.

“Dugaan sementara korban dianiaya sesuai penuturan pelapor. Sekarang kita sedang menunggu hasil visum dan autopsi jenazah korban dari rumah sakit,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki