Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan Jadi Sorotan Media Asing

Annisa Ramadhani, Antara · Kamis, 05 April 2018 - 01:09 WIB
Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan Jadi Sorotan Media Asing

Asap hitam membubung tinggi dari terbakarnya Kapal Ever Judger di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu lalu (31/3/2018). Teluk Balikpapan dipenuhi tumpahan minyak dari pipa Pertamina yang bocor. (Foto: SCMP/Xinhua).

JAKARTA, iNews.id – Kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, menjadi sorotan internasional. Sejumlah media asing memberitakan peristiwa yang membuat laut di kawasan ini tercemar hingga ribuan hektare. Tumpahan minyak juga memicu kebakaran kapal yang menewaskan sedikitnya lima orang.

Majalah berpengaruh Amerika Serikat (AS) Time mengutip BBC dan AFP menulis laporan ”Indonesia has declared a state of emergency as Borneo oil spill spreads”. Status darurat tumpahan minyak itu juga ditulis Aljazeera yang menurunkan berita di laman mereka, ”Indonesia declares state of emergency after oil spill ignites”.

Media Inggris The Guardian turut menyoroti kejadian ini dengan menuliskan berita ”Emergency declared after oil spill ignites on Indonesian island Borneo”. Demikan pula dilakukan kantor berita Reuters yang mewartakan penjelasan Pertamina dengan menuliskan berita ”Indonesia state firm says oil spill due to cracked underwater pipeline” pada laporan teraktual mereka, Rabu (4/4/2018) malam.

BACA JUGA: Korban Kelima Tumpahan Minyak Ditemukan

Sementara itu media Australia, ABC, menuliskan ”Borneo oil spill: police question bulk coal carrier crew after four people killed, water polluted”. Sedangkan media Hong Kong menulis laporan berjudul ”Vast oil spill turns Borneo port city into dangerous gas station”.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltim memastikan bahwa tumpahan minyak yang mencemari Teluk Balikpapan berasal dari pipa milik Pertamina RU V yang terputus. Temuan itu berdasarkan hasil penyelidikan  setelah peristiwa terbakarnya Teluk Balikpapan dan Kapal Ever Judger, pada Sabtu 31 Maret lalu. Dalam kejadian ini lima orang tewas.

(Foto:BNPB)

Direktur Kriminal Khusus Polda Kaltim Kombes Pol Yustan Alfiani mengatakan, pipa yang terputus itu di bagian arah Jalur Lawe-Lawe menuju kilang minyak di Balikpapan. Pipa minyak itu telah berusia 20 tahun. Saat kejadian pipa itu terseret dari posisi semula hingga sepanjang 100 meter, sampai akhirnya terputus.

BACA JUGA: Polisi Pastikan Tumpahan Minyak dari Pipa Pertamina

Atas putusnya pipa itu, sekitar 300 barel minyak pun menggenangi perairan di Teluk Balikpapan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan, luasan wilayah perairan laut yang terdampak tumpahan minyak mentah di Teluk Balikpapan mencapai ribuan hektar.

Sementara itu PT Pertamina (Persero) mengakui bahwa tumpahan minyak di Teluk Balikpapan disebabkan patahnya pipa penyalur minyak mentah dari Terminal Lawe-lawe di Penajam Paser Utara ke Kilang Balikpapan.

"Yang rusak itu pipa baja diameter 20 inci, tebalnya 12 milimeter dan di kedalaman 25 meter," kata General Manager (GM) Pertamina Refinery Unit (RU) V Togar MP saat jumpa pers di Balikpapan.


Editor : Zen Teguh