Pertamina Terjunkan 21 Kapal Bersihkan Tumpahan Minyak di Balikpapan

Mukmin Azis ยท Sabtu, 07 April 2018 - 16:54 WIB
Pertamina Terjunkan 21 Kapal Bersihkan Tumpahan Minyak di Balikpapan

Tim dari Pertamina masih membersihkan ceceran minyak yang tumpah di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. (Foto: iNews/Mukmin Azis)

BALIKPAPAN, iNews.id – PT Pertamina Refinery Unit V Balikpapan telah menerjunkan sebanyak 21 armada kapal untuk membersihkan tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Memasuki hari kedelapan, kondisi Teluk Balikpapan terlihat lebih bersih setelah tumpahan minyak, Sabtu (31/3/2018).

“Sebelumnya kami menurunkan 15 kapal. Hari ini kami menambah lagi menjadi 21 kapal yang dilengkapi dengan 234 armada yang memiliki kompetensi untuk melakukan pembersihan tersebut,” kata Humas Pertamina RU-V Balikpapan Alicia Irzanova, Sabtu (7/4/2018).

Alicia mengatakan, ke-21 kapal tersebut dibagi dalam empat zona. Zona pertama di area Jetty 1, zona dua di area Kolam Labuh, zona tiga di kawasan Pantai Monpera, dan zona empat di kawasan lepas pantai Teluk Balikpapan. Peralatan yang digunakan untuk membersihkan sesuai dengan kondisi ceceran di zona-zona tersebut.

Untuk daerah-daerah yang sudah mendekati daratan, Pertamina lebih banyak menggunakan vacuum truck dibantu dengan oil spill dispersant (OSD) dan oil absorbant. Sementara untuk menyedot sisa ceceran minyak di tengah laut, Pertamina menggunakan oil boom dan kapal oil skimmer. “Sekarang sudah lebih banyak, tinggal pengumpulan ceceran saja,” ujarnya.

BACA JUGA: Kasus Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan, Ini Daftar yang Terdampak

Pertamina juga sudah mendirikan posko kesehatan di permukiman masyarakat yang terdampak tumpahan minyak. Ada tiga posko yang didirikan, yakni di Kelurahan Margasari, Kampung Baru, dan juga di Kelurahan Nenang. Masyarakat bisa mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan dan obat secara gratis.

Sementara untuk menepis kekhawatiran masyarakat, Pertamina menerjunkan tim investigasi khusus penanganan kondisi kandungan gas di permukiman sejak Jumat, 6 April 2018. Tim melakukan tes beberapa kali dalam sehari. Dari hasil analisa tes kandungan gas, dipastikan kondisi permukiman warga yang mengalami imbas tumpahan minyak dalam ambang batas normal.

“Kami melakukan pengetesan gas ini untuk menenangkan masyarakat. Hasilnya sangat positif. Semuanya masih dalam keadaan normal,” katanya.

Diketahui, tumpahan minyak mentah yang disusul kebakaran di Teluk Balikpapan, Sabtu (31/3/2018) lalu, menyebabkan lima orang tewas. Peristiwa itu juga menewaskan satu pesut (orcaella brevirostris), mamalia laut yang langka yang menghuni Teluk Balikpapan.

Selain itu, sebanyak 162 kapal nelayan berikut alat tangkapnya tidak bisa serta merta dipakai melaut karena kotor tercemar minyak mentah. Operasional Pelabuhan Semayang ditutup karena kapal yang tiba di Balikpapan tidak bisa masuk dan bersandar di pelabuhan sementara kapal yang ada di Teluk Balikpapan tidak bisa keluar.

Menurut laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas daerah terdampak tumpahan minyak Pertamina mencapai hampir 13.000 hektare (ha). Pohon-pohon di hutan mengrove di utara di Kariangau menjadi pekat oleh minyak.


Editor : Maria Christina