Soal Kasus Tumpahan Minyak, Fadli Zon Usulkan Bentuk Tim Pencari Fakta

Felldy Utama ยท Senin, 09 April 2018 - 13:51 WIB
Soal Kasus Tumpahan Minyak, Fadli Zon Usulkan Bentuk Tim Pencari Fakta

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengusulkan untuk dibentuk Tim Pencari Fakta Investigasi terkait kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur dan Pulau Pari, Kepulauan Seribu.

Dia menuturkan, kedua peristiwa tersebut merupakan tragedi pencemaran lingkungan yang kurang mendapatkan sorotan dari Pemerintah. Fadli juga meminta kepada Komisi VII DPR RI yang membidangi Lingkungan hidup ini untuk segera dibuat suatu investigasi.

"Sebaiknya ini segera dibuat tim pencari fakta investigasi," kata Fadli, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Politisi Partai Gerindra itu juga meminta komisi VII DPR RI untuk segera memanggil pihak-pihak yang merupakan pemangku kepentingan. Baik itu ESDM, Pertamina, Lingkungan Hidup, dan lain-lainnya.

"Menurut saya yang salah ini harus segera diberikan sanksi karena ini merusak. Dan butuh jangka waktu cukup lama untuk membersihkan ini," ujarnya.

Diketahui, Setelah pantai di Balikpapan, Kalimantan Timur, kini Kawasan Pulau Pari di Kepualaun Seribu tercemar tumpahan minyak. Diduga tumpahan minyak itu berasal dari beberapa aktivitas kegiatan hulu minyak dan gas bumi (migas).

Tercemarnya kawasan Pulau Pari oleh tumpahan minyak terjadi pada Minggu 8 April 2018 pagi. Hal itu dilaporkan oleh para wisatawan dan warga setempat. Mulanya para wisatawan dan warga melihat cairan hitam pekat memenuhi sejumlah bibir pantai di sisi utara. Setelah diselidiki, cairan itu adalah tumpahan minyak mentah.

Sementara itu, polisi sejauh ini telah memeriksa 22 orang saksi atas kasus tumpahan minyak milik Pertamina di kawasan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Polisi Mohammad Iqbal mengatakan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. "Prosesnya masih penyelidikan. Kami sudah memeriksa 22 orang saksi," kata Brigjen Iqbal.

Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Ia menuturkan polisi sudah mengambil sampel di tempat kejadian perkara dan sudah melakukan olah TKP. "Tim sudah ada yang menyelam ke dasar laut untuk memperoleh visualisasi, ambil foto dan video pipa yang patah," tuturnya.


Editor : Donald Karouw