300 Kg Kepiting Milik Warga Mati Terpapar Tumpahan Minyak

Mukmin Azis · Kamis, 12 April 2018 - 13:51 WIB
300 Kg Kepiting Milik Warga Mati Terpapar Tumpahan Minyak

Ratusan kilogram (kg) kepiting mati sia-sia akibat terpapar minyak dan 45 keramba rusak. (Foto: iNews.id/Mukmin Aziz)

BALIKPAPAN, iNews.id - Imbas tumpahan minyak di perairan Balikpapan tidak hanya menyasar pemukiman warga semata melainkan juga pesona biota laut dan usaha warga. Ratusan kilogram (kg) kepiting mati sia-sia akibat terpapar minyak dan 45 keramba rusak.

Memang, setelah 13 hari sebaran tumpahan minyak sudah mulai terlihat normal di sekitar perairan Balikpapan. Kondisi pantai juga mulai bersih dari ceceran minyak. Namun hal tersebut tidak bagi pengelola keramba kepiting di Desa Salok Osing, Kelurahan Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

Salah satu pengelola keramba keiting Rustam mengaku rugi besar akibat tumpahan minyak tersebut. Saat kejadian minyak tumpah, Rustam mengaku langsung mengambil langkah antisipasi dengan menyelamatkan sejumlah kepiting yang berjumlah hampir sekitar 1 ton.

Namun, hanya 150 kg saja yang berhasil diselamatkannya dan beruntungnya sudah laku terjual. Sebanyak 300 kg kepiting mati terpapar minyak. Sementara, sekitar 300 kg kepiting lain yang masih hidup segera dipisahkan ke tempat yang lebih aman tetapi dia mengaku tidak berani menjualnya karena kepiting sudah terpapar minyak.

"Kalau nekat dijual khawatir nanti atau pasti diprotes oleh pembeli," ucap Rustam di Balikpapan, Kamis (12/4/2018).

Dia menerangkan, kerugian yang diterima tidak hanya sebatas matinya kepiting, melainkan juga terkait keramba yang tidak lagi bisa dipakai karena tertempel minyak. Untuk melanjutkan usahanya Rustam harus membuat keramba baru.

"Dampaknya pertama merusak keramba kami. Kedua membunuh semua kepiting yang ada di dalam keramba. Otomatis keramba tidak bisa digunakan karena sudah tercemar minyak. Kerugiannya sangat besar dan ganda karena harus membuat keramba baru. Sulit menghilangkan minyak yang sudah menempel," ucapnya.

Rustam berharap pemerintah atau pemangku kepentingan memberikan bantuan kepadanya berupa ganti rugi untuk sekitar 45 keramba kepiting yang rusak. Sementara, pemerintah dan Pertamina mengklaim sudah hampir membereskan urusan cemaran minyak di kawasan Teluk Balikpapan. Namun, ceceran minyak masih ditemukan di banyak titik di sekitar teluk dan daerah aliran sungai yang menjorok ke laut.


Editor : Achmad Syukron Fadillah