Acara Perpisahan Berujung Maut, Atraksi Dilindas Mobil Tewaskan Santri

Fuji Mustopan ยท Sabtu, 05 Mei 2018 - 15:01 WIB
Acara Perpisahan Berujung Maut, Atraksi Dilindas Mobil Tewaskan Santri

Acara wisuda Pondok Pesantren (Ponpes) Al Kholil Kecamatan Sambaliung seketika mencekam saat acara hiburan berupa atraksi bela diri berujung maut. (Foto: iNews.id/Fuji Mustopan)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

SAMARINDA, iNews.id - Acara wisuda Pondok Pesantren (Ponpes) Al Kholil Kecamatan Sambaliung, Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) seketika mencekam saat acara hiburan berupa atraksi bela diri berujung maut, Kamis (3/5/2018). Satu orang tewas dalam aksi tergolong berbahaya tersebut.

RA bersama kelima rekannya berbaring telungkup di tanah untuk dilindas mobil pick up L300. Saat mobil melintas, RA berada di posisi paling pertama. Namun, petaka tiba saat mobil sempat berhenti usai melindas RA kemudian berjalan kembali dan melintas enam santri lain.

Usai dilindas ban depan dan belakang mobil, empat santri bangun dengan kondisi sempoyongan tetapi dua lainnya termasuk RA tampak terkapar. Sayang dari dua santri tersbeut hanya RA yang tidak kunjung sadarkan diri sekaligus membuat peserta wisuda dan tamu undangan panik.

Panitia wisuda dan perpisahan siswa kelas IX angkatan IV Ponpes Al-Kholil segera memoyong korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Rivai, Berau. Namun, korban yang merupakan atlet bela diri asal Kota Samarinda itu meninggal dunia dalam perjalanan.

Ketua pelaksana acara Rohim yang coba dikonfirmasi tim iNews di lapangan mengaku tidak mengetahui kejadian secara langsung. Menurutnya, atraksi yang menewaskan RA bersamaan dengan kedatangan tama kehormatan.

"Saya tidak tahu kejadiannya karena atraksi berbarengan dengan kedatangan habib. Jadi saya menyambut habib," kata Rohim, Sabtu (5/5/2018).

Kasatreskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena membenarkan adanya atraksi yang merunggut korban jiwa. Dia mengatakan, Polres Berau akan memeriksa sejumlah saksi terkait acara tersebut.

"Salah satu acara perpisahan diisi oleh salah satu kegiatan ekstra kurikuler bela diri. Atraksinya dilindas mobil. Satu orang tewas dan lainnya luka-luka. Total peserta aktraksi enam orang. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan para saksi baik itu pihak pesantren maupun perguruan pencaksilat itu sendiri," kata AKP Andika di Mapolres Berau.


Editor : Achmad Syukron Fadillah