Bhakti Mulawarman untuk Rakyat, Kodam VI/Mlw Normalisasi Sungai Karang Mumus

Kastolani ยท Rabu, 17 Juli 2019 - 03:03 WIB
Bhakti Mulawarman untuk Rakyat, Kodam VI/Mlw Normalisasi Sungai Karang Mumus

Anggota TNI Kodam VI/Mlw mulai mengeruk Sungai Karang Mumus, Samarinda, Kaltim dalam program Bhakti Mulawarman Untuk Rakyat. (Foto: Dispenad)

BALIKPAPAN, iNews.id - Kodam VI/Mlw menggelar Program Bhakti Mulawarman Untuk Rakyat di antaranya dengan melaksanakan normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) di Samarinda, Kalimantan Timur.

Kapendam VI/Mlw, Kolonel Kav Dino Martino mengatakan, upaya itu sebagai bentuk komitmen TNI untuk menjadi bagian solusi kesulitan yang dihadapi rakyat dan upaya pelestarian alam.

Normalisasi SKM itu ditandai dengan ground breaking berupa pengerukan awal SKM oleh Pangdam VI/Mlw, Mayjen TNI Subiyanto dan Gubernur Kaltim Isran Noor.

“Saat ground breaking Pangdam dan Gubernur didampingi oleh Danrem 091/AS (Brigjen TNI Widi Prasetijoni), Kapolda Kaltim (Irjen Pol Priyo Widyanto)  dan Wali kota Samarinda Saharie Jaang),” kata Dino dalam keterangan tertulisnya yang diterima iNews.id, Selasa (16/7/2019).

Menurut Kapendam, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pascatanggap darurat banjir Kota Samarinda yang melanda sekitar Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Temindung Permai beberapa waktu lalu. “Tepatya di wilayah Kecamatan Sungai Pinang,” ucap Dino.

Dia mengatakan, kegiatan tersebut juga tidak hanya upaya membantu masyarakat agar segera terhindar dari bahaya serupa, namun juga sekaligus upaya mitigasi bencana serta pelestarian alam di wilayah tersebut.

Kapendam menambahkan, pekerjaan itu merupakan bagian tugas perbantuan TNI kepada Pemda dalam menghadapi bencana. “Baik tahap tanggap darurat, rehabilitasi dan kembali lagi kita lakukan upaya mitigasi supaya kedepan tidak terjadi bencana serup, dan untuk itu seluruh jajaran Kodam VI/Mlw telah bertekad untuk menggelar Bhakti Mulawarman Untuk Rakyat,” kata Dino.

Gubernur Kaltim, Isran Noor mengatakan, pengerukan SKM merupakan kerja sama Pemda Kaltim dan TNI. “Masalah banjir tidak bisa ditunda-tunda, dan untuk anggaran pekerjaan tahap awal pengerukan sepanjang 1 kilometer  lebih  ini menelan biaya kurang lebih Rp1,9 miliar, dan anggaran pekerjaan itu akan didukung oleh Pemda,“ katanya.

 


Editor : Kastolani Marzuki