Bocah Tewas Dianiaya Pacar Sesama Jenis Tantenya di Samarinda, Begini Kronologinya

Benny Prasetyo ยท Rabu, 02 Oktober 2019 - 21:56 WIB
Bocah Tewas Dianiaya Pacar Sesama Jenis Tantenya di Samarinda, Begini Kronologinya

Susanti (23) pelaku penganiayaan Putera (6), keponakan pacar sesama jenisnya di Kaltim. (Foto: iNews.id/Benny Prasetyo)

SAMARINDA, iNews.id – Putera Agus (6) meninggal di tangan pacar sesama jenis tantenya, Rabu (2/10/2019) sore. Sebelum meninggal, Putera sempat dioperasi dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) A Wahab Syahrani Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) selama tiga hari sejak Senin (30/9/2019).

Dari informasi yang berhasil dihimpun iNews.id, peristiawa penganiayaan bermula saat pelaku bernama Susanti (23) kesal pada korban. Pelaku mengaku, korban sering memaki dan memukul dirinya saat tantenya, MD (17) sedang tidur.

Pelaku yang sudah satu tahun menjalin hubungan sesama jenis dengan MD tinggal bertiga dengan korban di rumah kontrakan di Jalan Simpang Tani, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Susanti yang berprofesi sebagai makelar telepon seluler dan motor ini mengaku sering menganiaya korban saat kesal. Dia tidak segan memukuli korban bahkan melemparnya ke sungai saat korban mulai nakal.

BACA JUGA: Bocah Korban Penganiayaan Pacar Sesama Jenis Tantenya di Kaltim Meninggal usai Dirawat di RS

Puncaknya, terjadi Senin (30/9/2019) dini hari. Pelaku berkali-kali memukuli korban dengan kepala ikat pinggang, gantungan baju hingga patah dan juga sepatu.

Tak puas memukul, pelaku lalu mengangkat tubuh korban dan menghempaskannya begitu saja ke lantai. Korban lalu tidak bergerak dan tidak bersuara, sementara dari mulut dan hidung korban mengeluarkan busa.

Pelaku dan MD lalu membawa korban ke Puskesmas Bantuas. Karena kondisi yang parah, korban lalu dirujuk ke RSUD A Wahab Syahrani Samarinda.

Selama dirawat di rumah sakit, korban koma dan sempat menjalani operasi akibat pendarahan di kepala. Namun tiga hari dirawat, nyawa korban tidak tertolong.

Menurut Kapolsek Sangasanga, IPTU Mohammad Afnan, selama menganiaya, tante korban MD juga tidak berani melerai atau melarang korban. Pelaku mengancam akan membunuh keduanya jika MD nekat menceritakannya ke orang lain.

“MD tidak menghentikan perbuatan Susanti, karena diancam akan dibunuh bersama Putera,” katanya.

BACA JUGA: Pekerja Perkebunan Kelapa Sawit di Kaltim Tewas Tenggelam di Danau Eks Tambang Batubara

Saat diperiksa di Polsesk Sangasanga, pelaku mengakui semua perbuatannya dan mengaku menyesal. Dia juga mengaku mengancam akan membunuh MD jika menceritakan perbuatannya kepada orang lain.

“Kalau tidak menyesal, tidak mungkin saya bawa korban ke Puskesmas,” katanya.

Sementara menurut humas RSUD A Wahab Syahrani, Arysina Andhina, terdapat pendarahan dan juga pembekuan darah di kepala, dan luka lebam di sekujur tubuh.

“Luka lebam ada badan, tangan, kaki namun paling banyak ada di punggung,” katanya.


Kini pelaku sudah diamankan di Polsek Sangasanga, Bantuas, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda. Namun demi keamanan, akhirnya pelaku dititipkan di sel tahanan Polres Kutai Kartanegara di Tenggarong, Kaltim.

Dengan meninggalnya Putera, maka pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang no 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Saat korban masih menjalani perawatan, pelaku dijerat dengan pasal 80 ayat 2 Undang-Undang yang sama dengan ancaman hukuman lima tahun.


Editor : Umaya Khusniah