Bupati Mahakam Ulu Luncurkan Layanan Pencetakan Kartu Identitas Anak

Antara ยท Sabtu, 25 Mei 2019 - 16:10 WIB
Bupati Mahakam Ulu Luncurkan Layanan Pencetakan Kartu Identitas Anak

Kartu Identitas Anak. (Foto: Sindonews)

UJOH BILANG, iNews.id – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), meluncurkan layanan pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA), Sabtu (25/5/2019). Kartu identitas khusus bagi anak-anak-anak berusia di bawah 17 tahun ini memiliki fungsi dan manfaat yang sama dengan KTP Elektronik (e-KTP).

“KIA berfungsi layaknya e-KTP yang dimiliki oleh orang dewasa. KIA yang diterbitkan ini akan menjadi bukti identitas resmi untuk anak usia di bawah 17 tahun,” ujar Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh saat peluncuran KIA di Balai Adat Ujoh Bilang.

KIA akan diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Mahulu dalam dua versi. Versi pertama untuk anak usia 0 sampai 5 tahun. Dalam versi ini tidak perlu ada pas foto. Sedangkan versi kedua untuk anak usia 5 hingga 17 tahun kurang satu hari.


BACA JUGA: Alasan Diberlakukan Program Pembuatan Kartu Identitas Anak


Menurut Bonifasius, mengacu pada versi ini, maka masa berlaku KIA bagi anak usia kurang dari 5 tahun akan habis ketika usia mereka menginjak 5 tahun. Sementara bagi anak dengan umur di atas 5 tahun, masa berlakunya akan habis sampai anak berusia 17 tahun kurang satu hari. “Selanjutnya KIA akan diubah Disdukcapil menjadi e-KTP,” ujarnya.

Bagi anak yang baru lahir, KIA akan diterbitkan bersamaan dengan penerbitan akta kelahiran. Sementara mereka yang belum memiliki KIA bisa mengurus dengan syarat fotokopi akta kelahiran, kartu keluarga (KK) orang tua/wali, dan KTP asli orang tua/wali. Kemudian, surat nikah dan foto 4x6 bagi anak di atas 5 tahun.

Dalam peluncuran KIA yang dihadiri oleh 250 anak sekolah mulai play group hingga jenjang SMA tersebut, bupati juga mengatakan, manfaat kartu ini antara lain dapat digunakan anak untuk membuka rekening tabungan. Kemudian, mendapatkan pendidikan yang layak dan pelayanan yang prima.

Berdasarkan Permendagri Nomor 2 tahun 2016, lanjut Bonifasius, maka manfaat KIA juga dapat melindungi pemenuhan hak anak, menjamin akses sarana umum. KIA juga untuk mencegah terjadinya perdagangan anak karena melalui identifikasi diri akan mudah dideteksi petugas.

Selain itu, KIA juga untuk memudahkan anak mendapatkan pelayanan publik di berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, imigrasi, perbankan, dan transportasi sehingga untuk membeli tiket pun akan lebih mudah.

Menurut dia, pelayanan identitas bagi anak ini merupakan salah satu bukti kehadiran negara untuk memberikan perlindungan terhadap anak. “Untuk itu, saya harapkan KIA ini dapat digunakan oleh masyarakat secara optimal. Begitu pula dengan organisasi perangkat daerah, agar dapat menjadikan KIA sebagai acuan identitas,” katanya.


Editor : Maria Christina