Cabuli 9 Bocah Lelaki, Pandu Dharma Wicaksono Divonis 12 Tahun Penjara

Antara ยท Rabu, 19 September 2018 - 23:00 WIB
Cabuli 9 Bocah Lelaki, Pandu Dharma Wicaksono Divonis 12 Tahun Penjara

Ilustrasi pencabulan. (Foto: dok.okezone)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BALIKPAPAN, iNews.id – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) memvonis tersangka kasus pencabulan Pandu Dharma Wicaksono (22) selama 12 tahun penjara, Rabu (19/9/2018). Selain kurungan penjara, terdakwa juga dijatuhkan denda senilai Rp1 miliar.

“Walaupun denda itu bisa diganti dengan kurungan 6 bulan. Hukuman penjaranya juga dikurangi masa tahanan yang sampai vonis dijatuhkan sudah mencapai 8 bulan sejak November 2017,” kata Ketua Majelis Hakim Agus Akhyudi.

Dia menjelaskan terdakwa terbukti melakukan kekerasan seksual kepada sembilan anak lelaki di bawah umur sepanjang 2013 selama ia menjabat presiden "Green Generation", organisasi lingkungan untuk remaja.

Sebelumnya selama berbulan-bulan persidangan, Pandu dijerat polisi dan jaksa dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, yaitu Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002, yaitu dengan pasal 82 dan pasal 290 ayat 2.

Jaksa juga mengenakan pasal-pasal dari UU Nomor 17 Tahun 2016, dan pasal 65 dan 292 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Menurut Majelis Hakim, Pandu terbukti melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Mirhan, yaitu Menyodomi korban-korbannya. Dia menjelaskan ada kesesuaian antara isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) para korban dengan pernyataan atau kesaksian lisan di persidangan.

Adapun bukti berupa hasil visum dari beberapa korban yang menyatakan tidak ada luka ataupun lecet di dubur korban diabaikan.

Pandu menyatakan banding setelah berkonsultasi sejenak dengan para penasihat hukumnya dalam sidang terakhir sore itu,

"Majelis sama sekali tidak mengikutsertakan pertimbangan hukum dari kami dalam putusan ini, jadi tak ada pilihan lain bagi kami selain banding," kata kuasa hukum terdakwa, Ahmed Mabrur Tabrani.

Pandu Dharma Wicaksono sebelumnya dikenal sebagai pemuda yang sarat prestasi. Saat ditangkap di Yogyakarta November 2017 lampau, Pandu yang sedang menunggu wisuda dari Universitas Gadjah Mada (UGM) juga sedang mempersiapkan keberangkatannya ke Inggris untuk melanjutkan pendidikannya.

Perbuatannya terbongkar setelah polisi menerima laporan dari masyarakat pada 20 Oktober 2017. Kemudian diketahui ada sembilan korban pada 2013 berusia rata-rata 12 hingga 17 tahun atau masih bersekolah di SMP dan SMA. Pandu sendiri masih berusia 17 tahun saat itu.

Para korban berdomisili di Balikpapan dan Samarinda di Kalimantan Timur, dan Tarakan di Kalimantan Utara. Pandu berpergian ke kota-kota itu sebagai Presiden Green Generation.

"Ada beberapa anak yang awalnya tak mau bercerita mengenai kejadian tersebut. Setelah kami lakukan upaya pendekatan, akhirnya mau menyampaikan informasi dan fakta-fakta tersebut," kata Direskrimum Polda Kaltim Kombes Pol Hilman.


Editor : Muhammad Saiful Hadi