Cegah Seks Menyimpang, Napi Waria dan Gay Ditahan di Sel Khusus Rutan Balikpapan

Mukmin Azis ยท Jumat, 02 Agustus 2019 - 16:11 WIB
Cegah Seks Menyimpang, Napi Waria dan Gay Ditahan di Sel Khusus Rutan Balikpapan

Petugas Rutan Kelas IIA Balikpapan, Kaltim, mengawasi para warga binaan, Jumat (2/8/2019). (Foto: iNews/Mukmin Azis)

BALIKPAPAN, iNews.id – Lima narapidana (napi) warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), yang diketahui waria dan gay, ditempatkan di sel khusus. Petugas memindahkan kelimanya untuk mengantisipasi perilaku seks menyimpang antarnapi.

Informasi dari Rutan Kelas II A Balikpapan, ada empat warga binaan laki-laki yang berpenampilan seperti perempuan, yakni berinisial Ra alias Mami, Sy, Ar, dan Ad. Ar misalnya, napi kasus pencurian yang menjalani hukuman 1,5 tahun penjara, biasa disapa Sofi. Sementara satu napi lainnya dipastikan penyuka sesama jenis laki-laki atau gay.

Petugas rutan bergerak cepat memindahkan kelimanya karena khawatir mereka akan memberikan pengaruh buruk kepada warga binaan lainnya. Selain ditempatkan di sel khusus, mereka mendapatkan pengawasan secara terus-menerus.

“Mereka mendapat perlakuan khusus. Mereka diasingkan di kamar tersendiri supaya kurang berhubungan sama yang lain,” kata petugas Rutan Balikpapan, Moedjianto, Jumat (2/8/2019).

BACA JUGA:

Over Kapasitas Lapas, Dampaknya Napi Akan Menyukai Sesama Jenis

Ratusan Pelajar di Tulungagung Lakukan Seks Sejenis, 21 di Antaranya Positif HIV

Selama ini, langkah pengawasan memang dirasa kurang mengingat petugas tidak bisa mengawasi warga binaan selama 24 jam penuh. Karena itu, para napi yang waria dan gay, dipindahkan ke sel khusus. Apalagi di sejumlah lapas dan rutan lain, terbukti banyak warga binaan yang sebelumnya menyukai lawan jenis, menjadi penyuka sesama jenis selama dipenjara.

Selain menempatkan di sel khusus, petugas juga memberikan pembinaan khusus kepada para warga binaan tersebut. “Untuk kegiatannya, mereka diberi kegiatan-kegiatan yang positif,” katanya.

Rutan Kelas II A Balikpapan selama ini memang sudah overkapasitas. Jumlah warga binaan di sini sudah mencapai 1.100 orang dari kapasitas rutan yang seharusnya hanya menampung 700 orang. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan oleh beberapa warga binaan untuk menyalurkan hasrat seksualnya meskipun dengan cara yang menyimpang.


Editor : Maria Christina