Debat Pilgub Kaltim, dari Pertambangan hingga Pulau Balak-Balakang

Dony Aprian ยท Rabu, 09 Mei 2018 - 21:42 WIB
Debat Pilgub Kaltim, dari Pertambangan hingga Pulau Balak-Balakang

Suasana debat publik kedua Pilgub Kaltim di Gedung iNews Center. (Foto: dok iNews.id)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id – Isu pertambangan menjadi salah satu hal yang krusial dibahas para calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2018-2023. Dari sejumlah pertanyaan yang disiapkan panelis bagi keempat pasangan calon (paslon), sektor pertambangan menyangkut sumber daya alam (SDA) mendominasi pembahasan debat publik kedua Pilgub Kaltim yang disiarkan langsung stasiun televisi iNews.

Bukan tanpa alasan, sepanjang 30 tahun terakhir, lingkungan di Kaltim rusak secara perlahan. Sejumlah wilayah yang tak pernah mengalami bencana, kini mudahnya terjadi banjir. Menanggapi hal itu, paslon nomor dua Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat (Partai Demokrat, PPP, dan PKB), menyiapkan langkah penanaman 200.000 pohon agro bisnis setiap tahunnya. Konsep itu disiapkan untuk menanggulangi persoalan kerusakan lingkungan.

“Selama lima tahun jika mendapat amanah untuk memimpin Kaltim, kami akan menanam satu juta pohon,” ujar Cagub Syaharie Jaang.

Sementara paslon nomor urut empat, Rusmadi Wongso-Safaruddin (PDIP, Partai Hanura), yang mendapat pertanyaan tantangan dari panelis soal Pulau Balak-Balakang, mengaku siap mengembalikannya kembali ke Kaltim. Sebab, saat ini pulau tersebut telah diklaim Provinsi Sulawesi Barat sebagai salah satu wilayah teritorialnya.

“Sesungguhnya saat pendirian Kaltim, Pulau Balak-Balakang merupakan bagian dari wilayah kita. Kami akan tempuh judicial review untuk mengembalikan pulau itu kembali ke pangkuan Kaltim. Beri kami waktu dua tahun untuk menyelesaikannya,” kata Cagub Rumadi.

Debat publik kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim berlangsung seru di Gedung iNews Center, Jakarta. Dalam debat kedua itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim mengambil tema meningkatkan kesejahteraan dan potensi lokal Kalimantan Timur.


Editor : Donald Karouw