Hujan dan Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Putera, Korban Penganiayaan Pacar Sesama Jenis Bibinya

Benny Prasetyo ยท Kamis, 03 Oktober 2019 - 16:36 WIB
Hujan dan Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Putera, Korban Penganiayaan Pacar Sesama Jenis Bibinya

Proses pemakaman Putera (6), yang tewas dianiaya pacar sesama jenis bibinya di Kaltim, dimakamkan Kamis (3/10/2019). (Foto: iNews.id/Benny Prasetyo)

KUTAI KARTANEGARA, iNews.id – Hujan mengiringi pemakaman Putera Agus (6), korban penganiayaan oleh pacar sesame jenis bibinya, di Pemakanan Muslim Sangasanga, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (3/10/2019). Tangis ibu korban, Nurliah juga ikut mengiringi prosesi pemakaman Putera.

Sebelumnya, jenazah disemayamkan di rumah duka di Gang Sepakat, Kecamatan Sangasanga, yang merupakan rumah nenek korban. Usai disalatkan di Masjid Al Maarif, kerabat serta tetangga korban mengantarkan jenazah ke pemakaman. 

Sebelumnya, Putera yang mengalami pendarahan di otak akibat dibanting pacar sesama jenis bibinya, sempat menjalani operasi dan perawatan di RSUD A Wahab Syahrani, kota Samarinda, Kaltim. Tiga hari koma, akhirnya Putera menghembuskan nafas terakhirnya, Rabu (2/10/2019) sekitar pukul 16.00 WITA.

BACA JUGA: Bocah Tewas Dianiaya Pacar Sesama Jenis Tantenya di Samarinda, Begini Kronologinya

Pelaku penganiayaan, Susanti (23) yang merupakan pacar bibi korban MD (17) kini ditahan polisi dan dititipkan di sel tahanan Polres Kutai Kartanegara di Tenggarong, Kaltim. Ketiganya memang tinggal serumah di kontrakan di Jalan Simpang Tani, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Susanti yang kesal kepada korban, berkali-kali memukul dengan kepala ikat pinggang, gantungan baju hingga patah dan sepatu. Tak puas, pelaku mengangkat korban dan membantingnya ke lantai.

BACA JUGA: Bocah Korban Penganiayaan Pacar Sesama Jenis Tantenya di Kaltim Meninggal usai Dirawat di RS

Korban lantas tidak bergerak dan tidak bersuara sementara dari mulut dan hidung korban mengeluarkan busa. Atas perbuatannya, Susanti dijerat dengan pasal 80 ayat 3 Undang-Undang RI no 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

BACA JUGA: Pengakuan Tersangka LGBT Penganiaya Bocah hingga Tewas di Samarinda

Menurut Kapolsek Sangasanga, IPTU Mohammad Afnan, selama menganiaya, tante korban MD juga tidak berani melerai atau melarang korban. Pelaku mengancam akan membunuh keduanya jika MD nekat menceritakannya ke orang lain.

“MD tidak menghentikan perbuatan Susanti, karena diancam akan dibunuh bersama Putera. Status MD juga masih sebagai saksi,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah