Kebakaran Tewaskan 7 Warga di Samarinda, Polisi Tunggu Tim Forensik

Antara ยท Selasa, 18 Desember 2018 - 22:22 WIB
Kebakaran Tewaskan 7 Warga di Samarinda, Polisi Tunggu Tim Forensik

Ilustrasi kebakaran. (Foto: iNews.id)

SAMARINDA, iNews.id – Polisi hingga saat ini belum bisa memastikan penyebab kebakaran yang menewaskan tujuh warga di Jalan Jakarta, Perum Korpri, Blok CK, RT 66, Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (18/12/2018) pukul 04.00 Wita. Petugas masih menunggu kedatangan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri untuk memastikan asal kobaran api.

Kapolsek Sungai Kunjang Kompol I Gede Suardana mengungkapkan, petugas di lapangan saat ini masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran dan memasang garis polisi agar tidak ada yang masuk ke dalam.

Untuk mencari data pendukung, polisi juga telah meminta keterangan dari empat saksi yang mengetahui kejadian tersebut. "Sudah empat saksi yang kami mintai keterangan. Termasuk mengumpulkan data tentang korban serta kejadiannya," ujarnya.

BACA JUGA:  Kebakaran Hebat di Samarinda, 7 Penghuni Rumah Tewas Terpanggang

Dia mengaku belum dapat memastikan waktu kedatangan tim Labfor Mabes Polri di Samarinda untuk melakukan penyelidikan. "Kami berharap secepatnya datang agar segera bisa mengungkap peristiwa yang terjadi," ucapnya.

Gede Suardan juga enggan menarik kesimpulan awal atas dugaan penyebab kebakaran.  "Belum bisa disimpulkan, apakah benar terjadi korsleting listrik atau hal lain. Namun memang kami lihat di ruang depan rumah ada perangkat elektronik, di situ ada komputer, kipas dan alat elektronik lainnya. Sudah kami beri tanda," katanya.

Diketahui, peristiwa kebakaran menewaskan tujuh korban yang merupakan dua keluarga. Identitas korban meninggal yaitu keluarga Sri Rahayu (34) yang juga menjabat sebagai ketua RT 66, suaminya Ibrahim Bayu (36) dan kedua anaknya masing-masing Nanda (14) dan Rafli (12). Sementara satu keluarga yang juga tinggal satu rumah dengan ibu RT tersebut yakni Ilhamsyah (50) dan istrinya Ratna (40), serta anaknya Safira (8).


Editor : Donald Karouw