Kerusuhan di Penajam Paser Utara Kaltim, 146 Rumah dan 1 Sekolah Dasar Hangus Terbakar

Mukmin Azis ยท Kamis, 17 Oktober 2019 - 12:53 WIB
Kerusuhan di Penajam Paser Utara Kaltim, 146 Rumah dan 1 Sekolah Dasar Hangus Terbakar

Puing-puing ratusan rumah yang terbakar saat bentrokan warga di Pelabuhan Penajam Paser Utara, Kaltim, Kamis (17/10/2019). (Foto: iNews/Mukmin Azis)

PENAJAM PASER UTARA, iNews.id – Kondisi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), mulai kondusif pascakerusuhan yang terjadi, Rabu (16/10/2019). Namun, bentrokan warga menyisakan duka bagi warga karena 146 rumah terbakar. Selain itu, satu Sekolah Dasar (SD) juga ludes dilalap api.

Insiden pembakaran mengakibatkan sebanyak 366 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Pasalnya, ratusan bangunan yang terbakar berada di kawasan jalan Kilometer (Km) 1 Kecamatan Penajam, sekitar 300 meter dari lokasi bentrokan di Dermaga Pelabuhan Penyeberangan Penajam- Balikpapan.

 

BACA JUGA:

Pascakerusuhan Warga di Penajam Paser Utara, Pelabuhan Penyeberangan Mulai Dibuka

Kondisi Penajam Paser Utara Mulai Kondusif Pasca-Kerusuhan, Polisi Larang Warga Sebar Foto

 

Camat Penajam Pang Irawan mengatakan, rumah yang terbakar berada di tiga lingkungan RT, yakni RT 6, 7 dan 8. Adapun rinciannya, masing-masing sebanyak 90 rumah di RT 6, 55 rumah di RT 7, dan 1 rumah di RT 8.

“Di RT 6 ada 90 rumah terbakar dan ada 108 kepala keluarga, di RT 7 ada 85 kepala keluarga, di RT 8 ada 129 kepala keluarga,” kataPang Irawan, Kamis (17/10/2019).

Sebuah mobil hangus terbakar saat kerusuhan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim.  (Foto: iNews/Mukmin Azis)

 

Warga menyaksikan puing-puing rumahnya setelah kebakaran saat kerusuhan di Pelabuhan Penajam Paser Utara, Kaltim, Kamis (17/10/2019). (Foto: iNews/Mukmin Aziz)

 

Camat Penajam Pang Irawan menjelaskan kondisi di kawasan Penajam pascakerusuhan Rabu (16/10/2019). Sebanyak 366 kepala keluarga kehilangan rumah karena terbakar saat bentrokan. (Foto: iNews/Mukmin Azis)

Kerusuhan itu juga mengakibatkan bangunan SD Madrasah Ibtidaiyah terbakar. Selain itu, tiga unit mobil, dan 10 kios juga hangus dilalap api. “Kemudian ada satu loket juga yang terbakar,” ujarnya.

Pascakerusuhan dan kebakaran, masyarakat yang kehilangan rumah harus mengungsi ke rumah kerabat dan saudara-saudaranya. Sementara pihak Kecamatan Penajam juga masih memantau kondisi di lapangan hingga benar-benar kondusif untuk menangani warga.

“Kami masih menunggu sampai tenang dulu. Kalau kami mau melakukan pembersihan, pemilik rumah juga tidak ada. Khawtirnya ada barang berharga. Jadi kami masih menunggu, enggak bisa buru-buru juga kan,” katanya

Dari pantauan, kondisi di Penajam Paser Utara pascabentrokan saat ini sudah berangsur normal. Namun, sejumlah personel TNI dan kepolisian masih berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian.

Diketahui, bentrokan warga dipicu kasus penganiayaan di Jalan Costal Road Pantai Nipah-nipah yang menewaskan seorang pemuda, Rabu (9/10/2019). Korban meninggal yakni CS (19), sedangkan RN (18) mengalami luka tusuk di pinggang.

Polisi telah menangkap satu pelaku dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara pelaku lain masih dalam penyelidikan dalam pengejaran.

Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Sabil Umar mengatakan, tersangka ditangkap bersama tiga rekannya yang juga kedapatan membawa senjata tajam. “Kita dapati tiga orang yang kabur ke Balikpapan, kita menangkapnya di Klandasan,” ujarnya.

Kondisi daerah calon Ibu Kota Negara baru itu mulai berangsur kondusif sekitar pukul 19.00 WITA setelah Polda Kaltim menerjunkan empat satuan setingkat kompi (SSK).


Editor : Maria Christina