Pengakuan Tersangka LGBT Penganiaya Bocah hingga Tewas di Samarinda

Benny Prasetyo ยท Rabu, 02 Oktober 2019 - 23:30 WIB
Pengakuan Tersangka LGBT Penganiaya Bocah hingga Tewas di Samarinda

Susanti, tersangka penganiayaan terhadapku bocah enam tahun ditahan di Mapolres Kutai Kartanegara, Kaltim. (Foto: iNews.id/Benny Prasetyo)

SAMARINDA, iNews.id – Tersangka Susanti (23) pelaku LGBT yang menganiaya PT (6) hingga tewas sudah ditahan di Mapolres Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (2/10/2019).

Akibat perbuatannya itu, Susanti dijerat Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Kepada penyidik, Susanti mengaku menyesal telah menganiaya korban. “Saya menyesal sekali. Kalau tidak menyesal tidak mungkin saya bawa korban ke rumah sakit,” katanya.

Susanti menuturkan, penganiayaan itu dilakukan lantaran dia jengkel kepada korban yang dinilainya sangat nakal.

“Saya aniaya korban secara berulang-ulang. Korban saya lempar ke sungai. Setelah itu, saya angkat tubuhnya dan jatuhkan ke lantai,” ujarnya.

BACA JUGA: Bocah Korban Penganiayaan Pacar Sesama Jenis Tantenya di Kaltim Meninggal usai Dirawat di RS

Penganiayaan tersebut dilakukan di rumah sewaan yang dihuni tersangka bersama pacar sesama jenis (LGBT) yang merupakan tante korban, MD di Jalan Simpang Tani, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (20/9/2019) dini hari. PT (6) juga ikut tinggal bersama tersangka selama lima bulan.

PT akhirnya mengembuskan napas terakhirnya setelah koma selama tiga hari di ruang ICU RSUD A Wahab Syahrani, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (2/10/2019) petang.

Kondisi kesehatan korban terus menurun setelah menjalani operasi di kepala akibat dianiaya pacar sesama jenis bibinya, MD. Korban diketahui masuk rumah sakit, Senin (30/9/2019) lalu.

Selama tiga hari dua malam dirawat tim medis, korban belum sadarkan diri  atau dalam keadaan koma hingga mengembuskan napas terakhir. “Jadi, saat datang sampai hari ini, korban koma. Tidak ada sadar sama sekali,” kata Humas RSUD A Wahab Syahrani, dr Arysina Andhina.

Rencananya, jenazah putera akan dimakamkan Kamis (3/10/2019) di pemakaman Muslimin Sanga-Sanga.


Editor : Kastolani Marzuki