Kondisi Penajam Paser Utara Mulai Kondusif Pasca-Kerusuhan, Polisi Larang Warga Sebar Foto

Mukmin Azis ยท Rabu, 16 Oktober 2019 - 23:04 WIB
Kondisi Penajam Paser Utara Mulai Kondusif Pasca-Kerusuhan, Polisi Larang Warga Sebar Foto

Aparat gabungan TNI/Polri berhasil mengendalikan situasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur setelah pecah kerusuhan di wilayah calon Ibu Kota Negara baru itu. (Foto: istimewa)

PENAJAM, iNews.id – Polda Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil mengendalikan situasi di Kabupaten Penajam Paser Utara pasca-aksi kerusuhan warga hingga terjadi pembakaran di pelabuhan tradisional Penajam, Rabu (16/10/2019) sore.

Kondisi daerah calon Ibu Kota Negara baru itu mulai berangsur kondusif sekitar pukul 19.00 WITA setelah Polda Kaltim menerjunkan empat satuan setingkat kompi (SSK).

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana menjelaskan, kerusuhan itu merupakan buntut kasus pembunuhan yang menimpa seorang pemuda Penajam. “Kasus itu sudah ditangani Polres Penajam Paser Utara dan tiga tersangka sudah ditahan di Polda Kaltim,” katanya.

BACA JUGA: Kerusuhan di Penajam Paser Utara, Polda Kaltim Terjunkan 4 SSK

Namun ada kelompok massa yang melakukan aksi demonstrasi hingga berujung pembakaran. Sekelompok massa sambil menenteng senjatam tajam tradisional menyasar pelabuhan penyebrangan kapal tradisional yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Balikpapan.

“Situasi sekarang di Penajam sudah mulai kondusif dan petugas pemadam kebakaran bisa masuk ke area bangunan yang terbakar untuk proses pemadaman api,” katanya.

Hingga kini belum diketahui pasti jumlah bangunan yang terbakar dan belum diketahui apakah ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Kejadian itu juga mengakibatkan pelabuhan tradisional ditutup sementara.

“Kami juga meminta masyarakat tidak perkeruh suasana dengan sebarkan foto video gambar yang bisa perkeruh permasalahan yang terjadi,” kata Ade Yaya.

Diketahui, Bentrokan itu dipicu kasus penganiayaan di Jalan Costal Road Pantai Nipah-nipah yang menewaskan seorang pemuda, Rabu (9/10/2019). Korban meninggal yakni CS (19), sedangkan RN (18) mengalami luka tusuk di pinggang. Polisi telah menangkap satu pelaku dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara pelaku lain masih dalam penyelidikan dalam pengejaran.

Kapolres PPU, AKBP Sabil Umar mengatakan, tersangka ditangkap bersama tiga rekannya yang juga kedapatan membawa senjata tajam. “Kita dapati tiga orang yang kabur ke Balikpapan, kita menangkapnya di Klandasan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Dia mengatakan, tersangka melakukan penikaman menggunakan pisau jenis badik sepanjang 30 centimeter dan telah diamankan sebagai barang bukti serta dua pakaian korban yang dikenakan saat kejadian. Tersangka dikenakan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Kronologis kejadian bermula pada saat korban selesai bermain bola di lapangan futsal yang terletak di Kilometer 3,5 Kelurahan Penajam Kecamatan Penajam. Saat korban hendak pulang menggunakan sepeda motor yang dikendarainya, koban memainkan gas sepeda motor.

Tersangka berada dekat korban sehingga membuat tersangka emosi. Tersangka mendatangi korban lalu mengaja korban ketemuan di Pantai Nipah-Nipah.

Selanjutnya, sekira Pukul 23.00 wita korban dan terlapor bersama teman-teman yang masih diselediki jumlahnya ini bertemu di daerah Pantai Nipah – Nipah. Hingga terjadilah penikaman dengan mengunakan sajam terhadap korban.


Editor : Kastolani Marzuki