Mantan Kepala Dinas Pasar Samarinda Ditahan Kejari terkait Korupsi Pembangunan Pasar

Antara ยท Selasa, 08 Oktober 2019 - 15:35 WIB
Mantan Kepala Dinas Pasar Samarinda Ditahan Kejari terkait Korupsi Pembangunan Pasar

Ilustrasi korupsi. (Foto: Okezone)

SAMARINDA, iNews.id – Mantan kepala Dinas Pasar Kota Samarinda, Sulaiman Sade, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Pasar Baqa dengan nilai proyek Rp17 miliar. Saat ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Samarinda telah menahan tersangka.

Sulaiman Sade saat ini masih menjadi pejabat di Pemkot Samarinda, dengan jabatan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda. Semasa menjabat kepala Dinas Pasar, Sulaiman menjadi Kuasa Pemegang Anggaran ( KPA) Pembangunan Pasar Baqa tahun 2014-2015 yang bersumber dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus Kejari Samarinda Zainal Effendi mengatakan, pihaknya juga menetapkan dua tersangka lainnya dalam kasus itu. Keduanya, yakni Mifatul selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Sayid selaku kontraktor dalam proyek pembanguan pasar di Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang tersebut.

“Saat ini, ketiganya dalam proses penahanan di Rutan kelas II A Samarinda, terhitung mulai tanggal 8-27 Oktober 2019, hingga berkas perkara dilimpahkan ke pengadilan,” katanya.

BACA JUGA:

11 Tahun DPO, Terpidana Korupsi Pasar Horas Ditangkap saat Sarapan

Korupsi Pembangunan Pasar di Pulang Pisau Rp2,7 M, Polisi Tetapkan 5 Tersangka

Menurut Zainal, pihaknya telah menggandeng tim ahli dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta dalam penyidikan kasus tersebut. Berdasarkan laporan dari tim ahli, ditemukan kekurangan volume fisik dan ada beberapa item fisik yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). “Setelah diaudit ada kerugian negara sekitar Rp2 miliar,” katanya.

Zainal mengatakan, nilai kerugian negara tersebut bisa berkembang. Sebab, tim ahli dari UGM masih melakukan kajian terkait sejumlah item lainnya yang dikerjakan dalam proyek tersebut.

“Tim penyidik kami terus melakukan pengembangan di lapangan untuk melengkapi berkas ke pengadilan,” katanya.

Pasar Baqa yang berada di Jalan Sultan Hasanuddin Kelurahan Baqa Kecamatan Samarinda Seberang telah ada sejak tahun 1970. Pasar yang memiliki 339 petak ini memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar seperti beras, sayur-sayuran, telur, ikan, ayam, dan lain-lain.

Pasar Baqa mulai direnovasi oleh Pemerintah Kota Samarinda pada tahun 2014 dengan anggaran Rp17 miliar dari APBD Kota Samarinda tahun 2014-2015. Pembangunan sudah sampai tahap kerangka bangunan fisik tiga lantai. Namun, setelah itu tidak pernah ada lagi kelanjutan proyek sehingga pembangunan pasar sempat mangkrak dalam beberapa tahun.


Editor : Maria Christina