Modus Ajarkan Mengaji, Oknum Polisi di Balikpapan Cabuli 5 Siswi SD

Mukmin Azis ยท Rabu, 18 September 2019 - 09:06 WIB
Modus Ajarkan Mengaji, Oknum Polisi di Balikpapan Cabuli 5 Siswi SD

Rutan Mapolda Kaltim tempat oknum polisi yang menjadi tersangka pencabulan anak di bawah umur menjalani penahanan. (Foto: iNews/Mukmi Azis)

BALIKPAPAN, iNews.id – Seorang oknum polisi yang bertugas di Polda Kalimantan Timur (Kaltim) diduga mencabuli lima siswi sekolah dasar (SD). Pelaku dilaporkan para korbannya dan kini menjalani penahanan di Rutan Mapolda Kaltim setelah ditetapkan tersangka atas kasus pencabulan anak di bawah umur.

Informasi yang dirangkum iNews, oknum polisi tersebut berinisial AS (28) dengan pangkat Brigadir Polisi (Brigpol). Dia membuka pengajian bagi anak-anak yang ingin belajar ngaji di rumahnya sejak setahun silam. Para korbannya berusia antara 7 hingga 12 tahun.

"Iya jadi memang benar (kasus pencabulan). Oknum yang bersangkutan sudah ditindak. Saat ini statusnya tersangka dan sudah ditahan,” ujar Kasubdit Multimedia Humas Polda Kaltim Akbp Adi Aryanto, Selasa (17/9/2019).

BACA JUGA: Guru SMP di Jambi Cabuli 23 Siswa Laki-Laki, yang Menolak Diancam Nilai Jelek

Hasil pemeriksaan bidang Propam Polda Kaltim, aksi bejat tersangka dilakukan saat dia mengajar korban mengaji di dalam rumahnya. Ketika tak ada istrinya, tersangka mengiming-imingi uang Rp20.000 hingga Rp100.000 kepada para korban untuk menuruti hasrat seksualnya.

“Korbannya ada lima orang yang telah membuat laporan. Modusnya dengan mengimingi sejumlah uang,” katanya.

Brigpol AS selama ini dikenal baik dan dihormati di lingkungan rumahnya. Tersangka merupakan tokoh agama sekaligus anggota polisi.

“Orangnya baik kepada anak-anak dan sering mengadakan pengajian di rumahnya. Saya kaget saat dengar laporan karena orangnya tidak ada tanda-tanda menyimpang,” ujar Ketua RT setempat Nasrudin.

Menurutnya, pengajian di rumah Brigpol AS telah berjalan kurang lebih satu tahun. Tersangka bahkan dikenal sebagai Qori dan pernah mengikuti lomba mengaji di berbagai ajang. Kini, akibat perbuatan bejatnya, para korban harus menanggung trauma.

“Kondisi para korban saat ini trauma. Bahkan sebelum kasusnya terungkap, ada korban yang sampai berhenti mengaji,” katanya.


Editor : Donald Karouw