MRKB Dukung Penuh Rencana Pemindahan Ibu Kota ke Pulau Kalimantan

Dani M Dahwilani ยท Kamis, 15 Agustus 2019 - 03:00 WIB
MRKB Dukung Penuh Rencana Pemindahan Ibu Kota ke Pulau Kalimantan

Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara)

SAMARINDA, iNews.id - Majelis Rakyat Kaltim Berdaulat (MRKB) berharap rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Pulau Kalimantan bukan sekadar wacana. Mereka siap mendukung kebijakan Pemerintah Pusat. Selain itu juga juga merekomendasikan Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara yang baru.

“Kami berharap rencana pemindahan ibu kota negara ini bukan sekadar wacana. Tapi, Presiden Jokowi sebaiknya fokus dan serius untuk merealisasikannya pemindahan ibukota negara," ujar Ketua Umum MRKB Mohammad Djailani, Rabu (14/8/2019).

Menurutnya, jika Pemerintah Pusat serius dengan rencana pemidahan ini, maka dirasa perlu ada menteri khusus dalam Kabinet Indonesia Kerja periode 2019-2024 yang tugasnya fokus mengurus percepatan perpindahan ibu kota negara.

Dia mengungkapkan, MRKB juga siap untuk melakukan pendampingan dalam percepatan pembangunan ibu kota negara yang baru. Seperti menyiapkan sumber daya manusia (SDM), perencanaan tata ruang, serta pengelolaan lingkungan.

MRKB bahkan sudah merekomendasikan tujuh tokoh putra daerah Provinsi Kaltim yang siap membantu Presiden Jokowi melakukan percepatan perpindahan ibu kota negara.

Mereka masing-masing, Irianto Lambrie (Gubernur Kaltara dan mantan Sekda Prov Kaltim), Isran Noor (Gubernur Prov Kaltim), Hetifa Syaifudian (Wakil Ketua Komisi X DPR RI), Masjaya (Rektor Universitas Mulawarman), Rudy Mas'ud (Anggota DPR RI Terpilih 2019-2024 dari Partai Golkar), Ismail Thomas (Anggota DPR RI Terpilih 2019-2024 dari PDIP), serta Martin Billa (Anggota DPD RI Terpilih 2019-2024 Dapil Kaltara).

"Ketujuh nama ini merupakan yang telah diinventarisir MRKB dari sejumlah tokoh terbaik asal Kaltim. Karena kami (MRKB) tetap berharap tokoh yang dipilih Presiden Jokowi merupakan putra daerah asli Kalimantan Timur," kata pria yang bergelar Raden Tumenggung dari Kesultanan Kutai Tenggarong.


Editor : Donald Karouw