Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan

Nakhoda MV Ever Judger Asal China Ditetapkan Tersangka

Mukmin Azis, Okezone ยท Jumat, 27 April 2018 - 11:55 WIB
Nakhoda MV Ever Judger Asal China Ditetapkan Tersangka

Asap hitam membubung tinggi dari terbakarnya Kapal MV Ever Judger di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, 31 Maret lalu. (Foto: SCMP/Xinhua)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BALIKPAPAN, iNews.id – Nakhoda Kapal MV Ever Judger resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kelalaian menyebabkan tumpahan minyak yang menelan korban jiwa dan mencemari perairan Teluk Balikpapan. Dalam waktu dekat, Polda Kaltim segera memanggil dan memeriksa tersangka berinisial ZD, yang merupakan warga negara asing (WNA) asal China.

“Setelah 26 hari investigasi, kami gelar perkara dengan kesesuaian saksi-saksi dan barang bukti. Kami menetapkan ZD (50) nakhoda sebagai tersangka,” kata Direskrimsus Polda Kaltim, Kombes Pol Yustan Alpiani, Kamis 26 April 2018.

Tersangka ZD kini masih berada di Balikpapan dan belum ditahan. Namun, sudah dilakukan pencekalan pihak terkait atas permintaan Polda Kaltim. Rencananya Senin 30 April mendatang, tersangka akan menjalani pemeriksaan polisi.

"Belum ditahan tapi yang bersangkutan kami minta tidak keluar dari Indonesia (cekal)," ujarnya.

Dia menjelaskan, dari penelitian dan pemeriksaan rekaman percakapan di antara kapten Kapal MV Ever dan juga kapal pandu, diduga ada salah pemahaman atas perintah melepaskan jangkar yang disampaikan pemandu kapal kepada kapten ZD.

Kapten kapal memberikan intruksi kepada mualim satu untuk menurunkan jangkar satu segel (27 meter) hingga ke dasar. Padahal intruksi dari kapal pemandu hanya 1 meter di atas permukaan air laut, karena saat itu kapal masih berada di zona terlarang (red zone).

“Nakhoda menanyakan kepada kapal pandu apakah boleh menurunkan jangkar, kapal pandu silakan turunkan 1 meter di atas air. Dengan menggunakan bahasa Inggris, kapten menyampaikan ke mualim 1 tolong turunkan jangkar 1 segel. Sama mualim diturunkan 1 segel. Kalau satu segel itu ukurannya 27 meter, saat diturunkan jangkar menyentuh dasar laut,” katanya Yustan.

Yustan berpendapat, dengan bobot ribuan ton berat kapal dan isi batu bara, jangkar yang sudah di dasar laut ini menyentuh dan menyeret pipa baja Pertamina sepanjang 125 meter. Bahkan pipa baja itu putus dari sambungan.

Terkait kemungkinan tersangka lain, pihaknya masih mengembangkan kasus ini termasuk keterangan saksi-saksi ahli lain yang mendukung pengembangan penyidikan. “Masih kita kembangkan dan kita coba dalami lagi dengan memanggil saksi ahli lainya,” tuturnya.

Dalam kasus tersebut, Polda Kaltim telah meminta keterangan 55 saksi, baik dari masyarakat yang melihat langsung, 5 keluarga korban, KSOP, 6 awak MV Ever Judger, dan 23 saksi Pertamina. Selain itu, juga sudah memeriksa saksi ahli dari BMKG, Hidrografi dan Oceonografi TNI AL, ahli batu bara dari puslitbang Mineral Kementerian ESDM dan ahli dari UGM.

Yustan menambahkan, penyidik juga menyita rekaman komunikasi kapal MV Ever Judger dengan kapal pandu, Kapal NV Ever Judger, Notebook, INS yang ada di haluan kapal, dan dokumen kapal.

Tersangka ZD dikenakan UU lingkungan Hidup Pasal 98 Ayat 1,2 dan 3, junto Pasal 99 Ayat 1,2 dan 3 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). Selain itu juga dikenakan UU KUHP Pasal 359 tentang Kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia dengan ancaman di atas 5 tahun.


Editor : Donald Karouw