Pendekatan Kodim Tarakan-Satgas Yonif 621 Dorong Warga Serahkan 160 Senpi Ilegal

Irfan Ma'ruf ยท Sabtu, 15 Juni 2019 - 09:38 WIB
Pendekatan Kodim Tarakan-Satgas Yonif 621 Dorong Warga Serahkan 160 Senpi Ilegal

Prajurit TNI saat menunjukkan senpi rakitan berbagai jenis yang diserahkan warga Kaltara. (Foto: Dispenad)

JAKARTA, iNews.id – Komunikasi sosial (Komsos) terpadu yang terus menerus dilakukan Kodim 0907/Tarakan bersama Satgas Pamtas Yonif 621/MTG berhasil mendorong kesadaran warga untuk menyerahkan 160 senjata api (senpi) rakitan berbagai jenis. Kepemilikan senpi secara pribadi merupakan tindakan yang menyalahi aturan dan Undang-Undang (UU) sehingga mereka dengan penuh kesadaran dan sukarela menyerahkannya ke prajurit TNI.

"Keberhasilan Komsos dialogis Apkowil bersama Satgas Pamtas menunjukkan makin banyaknya masyarakat yang menyerahkan senpi rakitan di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara)," ujar Kapendam VI/Mlw Kolonel Kav Dino Martino di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (14/6/2019).

Kapendam mengatakan, melalui komsos yang intens selama ini telah berhasil melahirkan kesadaran masyarakat Kaltara. Dengan pendekatan yang baik, Satgas Pamtas Yonif 611/Awl dan Yonif 621/Mtg serta Aparat Kewilayahan berhasil mengumpulkan 159 pucuk senapan laras panjang dan satu pucuk pistol.

"Semua Senpi rakitan ini telah diserahkan Kodim 0911/Nunukan kepada Tim Peralatan Kodam VI/Mlw untuk dilaksanakan pemusnahan," katanya.


Kapendam menambahkan, keberhasilan ini juga mendapat apresiasi positif dari Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto. Khususnya atas hasil kerja nyata komsos dialogis Satgas Pamtas Yonif 611/Awl dan Yonif 621/Mtg serta Kodim 0907/Tarakan dan Kodim 0911/Nunukan yang sesuai tujuan yang diharapkan.

“Oleh karena itu, keberhasilan ini terus dilaksanakan untuk memberi kesadaran ke masyarakat tentang bahaya penggunaan senjata api ilegal," ucapnya.

BACA JUGA: Perkuat Pertahanan Wilayah Timur, KSAU Resmikan Skadron 33 di Lanud Hasanuddin

Menurut Dino, selain komsos terpadu, satuan terkait juga intens memberikan sosialisasi Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang larangan memiliki senjata api illegal. Hal ini semakin menyadarkan warga dengan sukarela menyerahkan senpi mereka kepada TNI.

Lebih membanggakan lagi, penyerahan senjata ini dilakukan warga dengan kesadaran sendiri. Mereka datang mengantarkan dan menyerahkannya kepada para personel di Pos Satgas yang berada di dekat pemukiman warga.

"Inilah yang membuat kami makin bangga dengan masyarakat. Mereka lebih mencintai ketenteraman daripada kepentingan pribadi. Selama ini, warga yang memiliki senpi rakitan ini sebagian besar digunakan untuk berburu," ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0907/Tarakan Letkol Inf Eko Antoni Candra mengatakan, 160 senpi rakitan tersebut akan segera dilaksanakan pemusnahan sesuai prosedur yang secara teknis telah diserahterimakan melalui berita acara penyerahan material kepada Tim Paldam VI/Mlw.

"Dengan sikap warga yang makin sadar menyimpan senpi merupakan perbuatan melanggar hukum, kami optimistis keamanan dan ketertiban di wilayah Kodam VI/Mlw akan tercipta dengan baik,” kata Eko Antoni.


Editor : Donald Karouw