Per 20 November Bandara APT Pranoto Samarinda Ditutup Sementara

Antara ยท Jumat, 08 November 2019 - 22:35 WIB
Per 20 November Bandara APT Pranoto Samarinda Ditutup Sementara

Ilustrasi bandara. (Foto: Okezone).

SAMARINDA, iNews.id - Operasional Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), akan ditutup sementara. Hal ini berkaitan adanya perbaikan infrastruktur di bandara tersebut.

Kepala Bandara APT Pranoto, Dodi Dharma Chayadi mengatakan, pihaknya akan menutup operasional bandara tersebut terhitung mulai 20 November sampai 15 Desember 2019, atau kurang lebih selama 26 hari.

"Pengalihan sementara penerbangan ke Balikpapan," kata Dodi kepada wartawan di Kota Samarinda, Kaltim, Jumat (8/11/2019).

Penutupan sementara itu dikarenakan ada dua kegiatan proyek perbaikan yakni perbaikan di terminal taxiway dan pemasangan Air Field Lighting (AFL) System atau lampu runway sepanjang 2.250 meter.

"Termasuk lampu-lampu di sekitar apron dan taxiway," ujar dia.

Untuk masalah aspal, selama ini beberapa kali mengalami masalah pengelupasan. Nantinya, landasan gelinding tersebut akan ditambah ketebalan aspalnya setinggi kurang lebih 12 meter, dari ketebalan sebelumnya 30 meter.

Untuk perbaikan taxiway sendiri panjangnya 100 meter dari total panjang taxiway 160 meter dengan pembiayaan dari APBD Kaltim senilai Rp3 Miliar.

Untuk proyek yang kedua yakni pemasangan lampu runway, kata dia, nilainya Rp12 miliar bersumber APBN dan pengelolaannya dari Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Kementerian Perhubungan.

"Selama ini di Bandara APT Pranoto, telah terjadi gagal pendaratan karena cuaca buruk, dengan telah adanya AFL ini akan membantu pendaratan pesawat," ujar dia.

Selama perbaikan, semua penerbangan dari dan ke Samarinda dialihkan ke Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan.

Dodi mengaku, telah berkoordinasi dengan semua maskapai yang ada di Bandara APT Pranoto terkait adanya Notice to Airmen atau NOTAM untuk pemberitahuan pengalihan sementara penerbangan.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal