Polisi Tangkap Pemalsu Data NIK untuk Registrasi Kartu Perdana, 10.500 SIM Card Disita

Mukmin Azis ยท Rabu, 06 November 2019 - 10:14 WIB
Polisi Tangkap Pemalsu Data NIK untuk Registrasi Kartu Perdana, 10.500 SIM Card Disita

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana saat pemaparan kasus pemalsuan data NIK untuk registrasi kartu seluler perdana di Mapolda Kaltim, Rabu (6/11/2019). (Foto: iNews/Mukmin Azis)

BALIKPAPAN, iNews.id – Polda Kalimantan Timur (Kaltim) menangkap pelaku pemalsuan identitas registrasi kartu seluler perdana salah satu operator seluler. Polisi juga menyita sebanyak 10.500 SIM card yang sudah diregistrasi dari pelaku berinisial FE.

Warga Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda itu diamankan oleh petugas Subdit Kriminal Khusus Polda Kaltim dari rumahnya pada 30 Oktober 2019 lalu.

“Petugas juga menyita sebanyak 10.500 kartu SIM card yang sudah diregistrasi dan 3.800 kartu yang gagal diregistrasi, modem full sebanyak lima buah, satu laptop dan satu komputer,” kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana, Rabu (6/11/2019).

 

BACA JUGA:

Polisi Tangkap 9 Anggota Sindikat Pemalsu Meterai dan Sita Rp10 M

Polisi Bongkar Sindikat Pemalsu Buku Nikah bagi Pasangan Selingkuh

 

Ade mengatakan, pelaku melakukan kejahatan dengan memanipulasi data Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga yang digunakan untuk registrasi ke kartu seluler perdana ilegal. Selanjutnya, pelaku menjual ke sejumlah konter telepon seluler (ponsel) yang ada di tiga kota di Kaltim.

“Pelaku sudah melakukan usahanya selama enam bulan terakhir. Jadi, dia memalsukan identitas untuk registrasi SIM Card sesuai dengan pesanan konter ponsel yang ada di Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), dan Balikpapan,” kata Ade.

Ade mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara, data NIK yang dimasukkan untuk registrasi kartu seluler perdana itu merupakan data palsu yang disinyalir berasal dari Pulau Jawa. Saat ini, polisi masih akan terus melakukan pengembangan dan penyidikan terkait kasus dugaan pemalsuan data untuk registrasi SIM card itu.

“Kalau ditanya korban dan kerugian, untuk saat ini belum mengarah ke sana karena belum ada pihak yang menjadi korban dalam kasus ini. Tapi, bisa saja mungkin ke depan ada yang dirugikan, terutama pemilik NIK itu,” kata Ade.

Atas perbuatannya, tersangka FE akan dikenakan Pasal 35 Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2008. Dalam Pasal 35 disebutkan, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, perusakan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik dengan tujuan agar informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang autentik.

“Jadi tersangka memanipulai data seolah-olah data itu asli. Ancaman hukumannya selama 12 tahun penjara serta denda sebesar Rp12 miliar,” ujarnya.


Editor : Maria Christina