Safari Politik di Samarinda, Ma'ruf Amin: Pilpres Bukan Ajang Perang

Antara ยท Jumat, 22 Maret 2019 - 18:55 WIB
Safari Politik di Samarinda, Ma'ruf Amin: Pilpres Bukan Ajang Perang

Cawapres 01 KH Ma'ruf Amin disambut dengan adat Dayak dan diberi gelar pui pamboq bioq puyan yang berarti pemimpin bijaksana di Ponpes Nabil Husein, Samarinda, Kaltim, Jumat (22/3/2019) pagi. (Foto: istimewa)

SAMARINDA, iNews.id – Cawapres 01 KH Ma'ruf Amin kembali menegaskan pemilu presiden (Pilpres) 2019 ini bukan merupakan ajang perang bagi masyarakat Indonesia.  

Menurut Kiai Ma’ruf, Pilpres 2019 merupakan ajang untuk memilih pemimpin terbaik yang bisa mengemban amanah untuk menjaga agama, kerukunan hidup antarumat manusia dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Ma'ruf Amin mengaku heran dengan adanya doa perang badar yang diucapkan pada saat munajat 212 beberapa waktu lalu. "Berdoa itu ada tempatnya, doa saat kita makan ya hendaknya kita ucapkan saat makan, bukan dibolak-balik," kata Ma'ruf Amin, saat memberikan sambutan pada acara silaturahmi kebangsaan, di Ponpes, Nabiel Husen, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (22/3/2019).

Dia menyingung terkait doa Perang Badar yang dibacakan saat Munajat 212 di Silang Monas Jakarta, pada 21 Februari 2019 lalu. Menurut Kiai Ma’ruf, doa tersebut dinilainya bukan pada tempatnya. "Perang Badar adalah perang umat Muslim melawan orang kafir, terus siapa yang dianggap kafir pada pilpres ini," kata Ma'ruf Amin di hadapan warga dan para santri.

BACA JUGA:

Ma'ruf Disambut Adat Dayak dan Digelari Pemimpin Bijak di Samarinda

Bawaslu DKI Panggil FPI Klarifikasi Acara Munajat 212 di Monas

Mantan Rais ‘Aam PBNU itu juga memberikan motivasi kepada para santri di Ponpes Nabiel Husen bahwa banyak tokoh dan pemimpin di Indonesia lahir dari latar belakang pesantren.

"Contohnya saya sendiri bisa jadi calon wakil presiden, dan sebelumnya juga ada Presiden RI dari kalangan pesantren yakni Gus Dur, makanya jangan berkecil hati menjadi siswa pesantren karena suatu saat kalian semua akan menjadi generasi penerus bangsa, presiden, gubernur, bupati atau wali kota, dan mudah-mudahan salah satunya terlahir dari Ponpes Nabiel Husen ini," katanya lagi.

Ia mengingatkan kepada para santri untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan zaman ke depan yang serba maju dan modern. "Persiapkan diri anda menghadapi tantangan sepuluh tahun ke depan, karena sebentar lagi bakal ada revolusi industri yang menuntut masyarakat untuk berpikir maju dan siap menghadapi tantangan zaman," kata Ma'ruf Amin pula.

Kehadiran Ma'ruf Amin di Samarinda dalam rangkaian safari politik di Kalimantan yang sebelumnya dilaksanakan di Kota Balikpapan. Ada dua agenda yang akan dilaksanakan Ma'ruf Amin di Samarinda yakni Ponpes Nabiel Husen dalam acara silaturahmi kebangsaan dan pelantikan Relawan Anak Republik ( AR) Korwil Kaltim di Gedung Convention Hall, Samarinda.

 


Editor : Kastolani Marzuki