Tangis Haru Keluarga Antar Keberangkatan Satgas Pamtas RI-Malaysia ke Nunukan

Kastolani ยท Jumat, 05 Juli 2019 - 03:10 WIB
Tangis Haru Keluarga Antar Keberangkatan Satgas Pamtas RI-Malaysia ke Nunukan

Tangis istri prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysai pecah saat melepas keberangkatan suaminya ke wilayah perbatasan di Nunukan, Kalimantan Barat. (Foto: Dispenad)

JAKARTA, iNews.id - Suasana penuh haru mewarnai pelepasan tugas operasi 450 prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia dari Yonif Raider 600 Modang yang berangkat ke perbatasan di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Kav Dino Martino mengatakan, upacara pelepasan keberangkatan Yonif Raider 600/Modang menuju daerah penugasan pengamanan perbatasan ini dipimpin Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto.

Dalam amanatnya, Mayjen TNI Subiyanto berpesan kepada personel Satgas untuk mematuhi semua Standar Operasional Prosedur (SOP), menghormati kearifan lokal serta menghindari pelanggaran sekecil apa pun.

“Patuhi semua SOP yang sudah menjadi ketentuan, jangan bertindak di luar aturan yang yang sudah digariskan, hormati, taati aturan adat dan kearifan lokal, serta hindari pelanggaran sekecil apa pun. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran aturan terlebih sampai menyakiti rakyat,” ujar Pangdam dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/7/2019).

BACA JUGA: Tangis Keluarga Antar Keberangkatan Pasukan Perdamaian ke Lebanon

Dipimpin Danyonif Raider 600/Modang, Mayor Ronald Wahyudi, Satgas Pamtas ini berkekuatan 450 personel yang akan bertugas di pos-pos perbatasan RI-Malaysia.

Suasana haru terasa seusai prosesi pelepasan. Isak tangis istri, anak dan keluarga mengiringi keberangkatan personel Satgas. Seperti ekspresi istri Pratu Robiyanto. Tangisnya pecah saat mengantarkan keberangkatan sang suami ke medan tugas. Dengan penuh haru, keduanya  berpelukan dan saling mendoakan. 

Dengan mata berkaca-kaca Ny Roby  berpesan pada sang suami untuk menjaga diri dan melaksanakan tugas negara dengan sebaik-baiknya.

“Bang jaga diri baik-baik ya bang, selalu kasih kabar ya disetiap ada waktu dan jangan lupa ibadah serta berdoa tetap yang utama,” katanya pada sang suami.

Hal serupa juga dirasakan para istri prajurit dan sanak keluarga lainnya yang akan ditinggal tugas selama sembilan bulan. Hampir sebagian besar para istri dan keluarganya menangis haru melepas keberangkatan tugas sang suami, bahkan pemandangan menyentuh saat para prajurit mencium anak-anaknya yang masih balita.

Diketahui, sebanyak 450 prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 600 Modang ini akan menempati 25 pos perbatasan di sepanjang Kabupaten Nunukan dan akan mengawal beranda depan Nusantara, serta menjaga tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Editor : Kastolani Marzuki