Tidak Ada Anggaran, Bendungan Lawe-Lawe Penajam Paser Utara Mangkrak

Antara ยท Sabtu, 01 September 2018 - 15:32 WIB
Tidak Ada Anggaran, Bendungan Lawe-Lawe Penajam Paser Utara Mangkrak

Proyek Bendungan Lawe-Lawe Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. (Foto: dok.antara).

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

PENAJAM, iNews.id - Pembangunan Bendungan Lawe-Lawe Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang dikerjakan sejak 2014 hingga kini tidak kunjung rampung. Proyek tersebut dihentikan atau tidak dilanjutkan sejak Mei 2017, dengan kondisi pengerjaan sekitar 85 persen.

Kepala Bidang Pengairan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara Fatmawati menjelaskan, tidak ada anggaran untuk melanjutkan pengerjaan Bendungan Lawe-Lawe. Selain itu, beban tanggungan yang harus dibayarkan pemerintah kabupaten (pemkab) kepada kontraktor pelaksana kegiatan juga cukup besar, yakni sekitar Rp90 miliar.

Berdasarkan pantuan di lapangan, masih ada timbunan tanah pada bangunan bendungan yang berada di sisi kanan dan kiri katup pelimpah air atau saluran pembuangan air berlebih (spillway) serta pintu air yang belum rampung dikerjakan.

Kondisi keuangan Pemkab Penajam Paser Utara, kata Fatmawati, tidak mencukupi untuk melanjutkan pengerjaan pembangunan Bendungan Lawe-Lawe yang hanya tersisa 15 persen tersebut. Pemerintah juga kesulitan mencari pembiayaan untuk melanjutkan pengerjaannya.

Pemkab sudah mengajukan bantuan pendanaan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menyelesaikan pembangunan bendungan itu, tetapi sampai saat ini belum mendapat balasan.

"Sudah dua kali kami berkirim surat permohonan bantuan dana untuk melanjutkan pengerjaan Bendungan Lawe-Lawe kepada pemerintah pusat, tapi belum mendapat jawaban," ujar Fatmawati.

Dengan kondisi keuangan daerah yang tidak mencukupi, Pemkab Penajam Paser Utara mengurangi nilai kontrak proyek pembangunan Bendungan Lawe-Lawe di wilayah Kecamatan Penajam tersebut.

"Awalnya nilai kontrak proyek pembangunan bendungan itu lebih kurang Rp179 miliar, dikurangi menjadi sekitar Rp143 miliar untuk menyesuaikan kekuatan keuangan daerah," kata Fatmawati.


Editor : Muhammad Saiful Hadi