Saat Gugur dalam Serangan Teroris, Ipda Auzar Baru Selesai Salat Duha

Antara, Muhammad Saiful Hadi · Rabu, 16 Mei 2018 - 14:23 WIB
Saat Gugur dalam Serangan Teroris, Ipda Auzar Baru Selesai Salat Duha

Mobil minibus yang digunakan pelaku teror dalam kondisi rusak di depan pintu masuk Polda Riau, di Pekanbaru, Riau, Jumat (16/5/2018). (Foto: Antara)

PEKANBARU, iNews.id – Isak tangis keluarga tumpah menyambut jenazah Inspektur Dua (Ipda) Auzar di rumah duka di Jalan Bambu Kuning, Gang Bambu Kuning 1, Tenayaran Raya, Pekanbaru. Almarhum merupakan personel Direktorat Lalu Lintas Polda Riau yang gugur dalam serangan teroris di Markas Polda Riau, Kota Pekanbaru, Rabu (16/5/2018). Sosok polisi religius itu gugur setelah ditabrak mobil teroris saat penyerangan terjadi.

Di mata rekan-rekannya, Ipda Auzar dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah. Bahkan, sebelum meninggal ditabrak mobil yang dikendarai teroris saat penyerangan pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB tersebut, korban diketahui baru saja melaksanakan Salat Duha.

"Kami semua merasa kehilangan sosok beliau. Bukan hanya polisi tapi juga ulama dan ustaz di sini," kata Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Rudi Syarifudin di Pekanbaru, Rabu (16/5/2018).

Rudi mengatakan, Almarhum Ipda Auzar yang wafat pada usia 55 tahun tersebut memulai karir di Lantas Polda Riau sejak dari Bintara hingga kini menyandang pangkat Ipda.

Selama menjadi anggota Polri, Auzar yang bergelar Haji itu aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Dia diketahui kerap memberikan tausiyah hingga disebut sebagai salah satu ustaz yang disegani di internal polisi maupun masyarakat setempat.

Sebagai atasan almarhum, Kombes Rudi juga menyebut almarhum memiliki sebuah pesantren dan yayasan anak yatim piatu yang mendidik lebih dari 500 anak kurang beruntung.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dia peroleh, Kombes Rudi mengatakan sebelum ditabrak hingga meninggal dunia, korban baru saja melaksanakan Salat Duha di Masjid Polda Riau yang berlokasi di lantai dua. Ibadah itu, kata Rudi, rutin dilakukan almarhum setiap pagi.

"Sebelum kejadian, beliau juga sempat memberikan pengarahan jadwal tausiyah dan kegiatan Ramadan di lingkungan Masjid Polda Riau," ujarnya.

Selanjutnya, korban turun ke bawah untuk kembali ke ruangan kerja dan seketika ditabrak mobil yang dikendarai teroris. "Kami sangat berduka. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya," ujar Rudi.

Untuk diketahui, serangan teroris ke Mapolda Riau menyebabkan dua polisi lain terluka akibat sabetan senjata tajam. Selain itu, satu wartawan TV terluka setelah tersenggol mobil teroris. Sementara empat teroris berhasil ditembak mati petugas.


Editor : Himas Puspito Putra